Beritainternusa.com,Solo – Aksi perampokan dengan kekerasan yang terjadi di rumah juragan sate kambing di kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, mengakibatkan seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia. Sejumlah warga sekitar mengungkapkan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) serta situasi rumah korban saat peristiwa tersebut terjadi.
Salah seorang tetangga korban, Despino, 23, mengatakan rumah tersebut milik juragan sate kambing yang sehari-hari berjualan di Kalimantan. Saat kejadian pada Kamis (29/1/2026) sore, di dalam rumah hanya ada ibu dan anak keduanya.
Kebetulan ini rumah juragan sate, yang jualannya suami tapi di Kalimantan. Yang jadi korban meninggal anak kedua, perempuan,” kata Despino saat ditemui awak media di lokasi, Kamis malam.
Berdasarkan pantauan awak media, rumah korban berpagar besi tinggi dengan halaman cukup luas. Bangunan tersebut tampak cukup mewah dan berada agak terpisah dari rumah warga lain, dipisahkan area kebun seluas satu rumah. Seusai kejadian, rumah korban dipadati warga dan garis polisi terpasang di bagian teras.
Pas kejadian ibu dan anak kedua yang di rumah. Anak pertamanya masih sekolah, kelas II atau III SD saya lupa,” ujarnya.
Kapolsek Karanggede, AKP S. Widodo, membenarkan peristiwa pencurian dengan kekerasan tersebut. Polisi menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.45 WIB.
Dari olah TKP, korban ada dua. Yang satu anak-anak meninggal dunia di TKP, sedangkan ibu kandung anak tadi sekarang dirawat di rumah sakit,” kata Widodo.
Korban anak kemudian dibawa ke RS Dr. Moewardi Solo untuk keperluan visum. Setelah olah TKP awal selesai dilakukan, polisi mensterilkan lokasi dan melakukan penjagaan. “Akan dilanjut besok pagi,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Karanggede, Ruswanto, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi di Dukuh Pengkol RT 005 RW 004, Kecamatan Karanggede.“Kejadian sekitar pukul 15.45 WIB,” katanya.
Ia menambahkan korban meninggal dunia adalah anak berinisial AO, 6, yang belum bersekolah. Sedangkan ibunya, D, 33, mengalami luka dan tengah menjalani perawatan.
Kepala Desa Pengkol, Suripno, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.30 WIB. Itu korban anak keduanya meninggal dunia. Ibunya luka kritis karena dibacok terus dibawa ke rumah sakit,” kata Suripno.
[Admin/spbin]


