Reaksi Tak Percaya Tetangga Kampung Dewi Astutik di Ponorogo, Dikira PMI Ternyata Gembong Narkoba
Purnomo Ketua Rt di kampung Dewi Astutik

Beritainternusa.com,Ponorogo – Warga Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur bernama Dewi Astutik alias Paryatin tiba-tiba menjadi buah bibir.

Pasalnya, istri dari Sarno ini ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kamboja lantaran menjadi gembong narkoba international pada Senin (1/12/2025) lalu.

Ya kaget, ya tidak ngira, setahunya warga sini  bahwa Paryatin kerja sebagai PRT (Pembantu Rumah Tangga) kerja di Taiwan, kasih taunya seperti itu. Kok ditangkap karena Gembong Narkoba Internasional,” ungkap ketua RT setempat, Purnomo, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, Dewi Astutik alias Paryatin menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ikut suaminya di Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim 2009 sampai 2013.

Tahun 2013 lalu terbang ke Taiwan. Dewi Astutik alias Paryatin di Taiwan selama 10 tahun. Lalu, tahun 2023 kembali ke tanah air. Dan berangkat lagi tahun 2024.

Yang difoto beredar itu benar Paryatin warga sini. Kalau Dewi Astutik itu adiknya yang ada di Desa Singkil Kecamatan Balong,” kata Sarno.

Pasca mengetahui Dewi Astutik alias Paryatin ditangkap BNN sebagai Gembong Narkoba Internasional, warga tidak berani langsung bertanya ke keluarganya.

Masih adem-adem saja. Misal sudah tahu dari media sosial mungkin tidak berani menyampaikan khawatir keluarganya syok atau gimana,” urainya.

Kekagetan warga bukan tanpa sebab. “Kalau memang (bandar narkoba) ya tidak sesuai, ya makanya kayak gak ngira. Perkembangan ekonomi keluarga malah menurun tidak ada perkembangan. Suami kerja serabutan. Beneran tidak menyangka, kaget,” pungkasnya.

Diketahui, Dewi masuk daftar buronan internasional tersebut diketahui sebagai aktor intelektual di balik penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.

Penangkapan Dewi Astutik dilakukan saat ia hendak menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja, melalui kerja sama dengan Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Usai ditangkap, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Setibanya di Indonesia, Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat.

Dewi Astutik diketahui merupakan warga asal Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, dan berusia sekitar 42 tahun.

Berdasarkan data kependudukan di KTP, ia berdomisili di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong. Sejak lama, Dewi Astutik diketahui bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

Dewi Astutik pernah bekerja di Hongkong, Taiwan, dan terakhir kali Kamboja. Namun, keberangkatannya ke Kamboja menyisakan tanda tanya.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here