Hasil Kajian Geolistrik BPPTKG Temukan Rongga Sangat Besar di Bawah Rumah SujantoBeritainternusa.com,Gunungkidul – Rumah milik salah satu warga di RT03/RW02, Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, yang bagian ruang tengahnya ambles pada Rabu (7/1/2026) lalu dinyatakan tidak layak huni.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibawah rumah Sujanto tersebut ditemukan rongga yang berukuran sangat besar.

Hasil dari kajian geolistrik yang dilakukan oleh BPPTKG tersebut menunjukkan bahwa masih ada rongga di kedalaman 13 meter dengan panjang sekitar 60 meter ke arah utara dan 20 meter ke arah timur.

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan makarumah milik Sujanto tersebut akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Penelitian oleh BPPTKG DIY dilaksanakan pada Selasa (20/1/2026) kemarin.

Sinkhole itu memiliki luas yang memiliki rongga di dalamnya. Kawasan karst memiliki rongga di bawah tanah yang tidak terlihat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (21/1/2026).

Sinkhole adalah fenomena geologi berupa lubang atau depresi yang tiba-tiba muncul di permukaan tanah, biasanya karena tanah di bawahnya runtuh. Lubang ini bisa kecil atau sangat besar, bahkan bisa menelan jalan, rumah, atau bangunan.

Penyebab utama sinkhole biasanya berkaitan dengan pelarutan batuan bawah tanah (seperti batu kapur, gipsum, atau garam) oleh air, sehingga terbentuk rongga.

Ketika lapisan tanah di atas rongga itu tidak kuat lagi menopang beratnya sendiri, tanah runtuh dan membentuk lubang di permukaan.

Berdasarkan hasil kajian geolistrik dari BPPTKG, kata Purwono, di bawah rumah Sujanto masih ada rongga yang berukuran sangat besar.

Hasil pemeriksaan BPPTKG kemarin di dalamnya terpantau dari geolistrik masih ada rongga di kedalaman sekitar 13 meter, panjang 60 meter ke utara, 20 meter ke timur,” kata Purwono.

Ada rongga lebih luas di area seputaran itu, kesimpulannya tidak layak untuk tempat tinggal ,” kata Purwono.

Saat ini keluarga Sujanto sudah tidak menempati rumah itu. Sujanto dan keluarganya untuk sementara mengungsi ke rumagh orang tuanya.

Sebagai tindak lanjut dari hasil kajian yang dilakukan oleh BPPTKG tersebut, pihak Pemerintah Kalurahan Girikarto langsung melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul untuk rencana relokasi rumah Sujanto.

Relokasi rumah hunian yang terdampak rumah. Kajian sementara seperti itu dan masih akan dikaji lebih dalam,” tegas Purwono.

Purwono menambahkan, hasil kajian sementara tersebut selanjutnya akan disusun dalam laporan resmi dan disampaikan kepada BPBD DIY sebagai bahan tindak lanjut penanganannya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Pratama BPPTKG DIY, Ilham Nurdin, mengatakan pihaknya melakukan penelitian menggunakan dua metode survei, yakni survei LiDAR (Light Detection and Ranging) menggunakan drone serta survei geolistrik.

Tujuan penelitian tersebut untuk mengetahui sebaran sinkhole di bawah permukaan tanah, termasuk dimensi dan potensi rongga yang ada.

Kemudian nanti untuk tindak lanjutnya seperti apa jadi dari survei geolistrik nanti kita bisa tahu gambaran di bawah permukaan seperti apa,” kata Ilham saat ditemui awak media.

Ilham menyampaikan, pihaknya akan memberikan penjelasan umum kepada warga terkait hasil pemeriksaan awal. Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan acuan final sebelum kajian lanjutan diselesaikan.

Ke masyarakat mungkin nanti kita sampaikan hasil secara kasar ya artinya dari pengukuran geolistrik nanti kita sampaikan kira-kira secara kasar gambarannya seperti apa,” kata Ilham.

Namun wajib dicatat juga dari hasil kasar ini nanti belum bisa dijadikan acuan, jadi acuannya nanti kalau sudah kita bikin laporan secara komplit artinya nanti kan dari sini masih banyak yang harus dilakukan proses data selanjutnya seperti itu,” tegas Ilham.

Sebelumnya diberitakan, Dukuh Bolang, Sukirjo, mengatakan tanah ambles pertama kali diketahui pada Rabu (7/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kejadian tersebut terungkap saat penghuni rumah membersihkan area pondasi.

 Dari pondasi ada lubang dan berongga sampai ke area dapur sudah ada rongga yang cukup besar. Setelah dicek lebarnya enam meter dengan panjang empat meter. Adapun kedalamannya sekitar tiga meter,” kata Sukirjo kepada awak media, Jumat (9/1/2026) lalu.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here