DUDUK TERMANGU - Suparni dan cucunya, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, duduk termangu di teras rumah mereka yang sudah dua hari kebanjiran, Selasa (13/1/2026).
Seorang nenek bersama cucunya sedang duduk diatas genangan air

Beritainternusa.com,Semarang Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, hingga hari, Rabu (14/1/2026) masih direndam air.

Sejak Jumat lalu, luapan sungai yang tak terbendung memaksa warga bertahan di tengah kepungan air yang merendam ratusan rumah dan melumpuhkan sektor pertanian di desa setempat.

Salah satu tokoh masyarakat Widorokandang, Tasmin mengungkapkan dampak banjir kali ini tergolong cukup parah. 

Setidaknya lebih dari 300 keluarga terdampak langsung musibah ini. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai batas yang mengkhawatirkan.

Kena banjir semua. Yang paling parah sampai setinggi perut,” ujar suami dari Kepala Desa Widorokandang Sunarti ini, saat ditemui di lokasi banjir pada Rabu (14/1/2026).

Kondisi ini sangat menyulitkan aktivitas warga. Jalanan desa kini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dengan menerjang arus air. 

Kendaraan bermotor milik warga terpaksa diungsikan ke area yang lebih tinggi di tepi jalan raya guna menghindari kerusakan mesin.

Sektor pertanian menjadi korban paling parah dalam bencana ini. Setidaknya ada sekitar 160 hektare tanaman padi dipastikan gagal panen atau puso. Padahal, bulir-bulir padi tersebut tinggal menghitung hari untuk dipetik.

Padi, sawah… mau panen kira-kira kurang satu mingguan. Sudah umur 70-an (hari), kan biasanya 75 hari sudah panen. (Padi) saya juga kena,” ucap Tasmin.

Hingga saat ini, total kerugian material akibat kerusakan lahan pertanian tersebut belum dapat dikalkulasi secara pasti.

Namun, bagi para petani, genangan air yang merendam tanaman mereka adalah pupusnya harapan pendapatan di awal tahun.

Mengenai bantuan, Tasmin menyebutkan bahwa bantuan makanan siap saji mulai mengalir dari beberapa pihak, antara lain Baznas dan partai politik. 

Kendati demikian, warga masih sangat mengharapkan bantuan berupa logistik mentah untuk kebutuhan jangka menengah.

Kalau makan (siap santap) sudah ada. Tapi kalau logistik seperti mi instan dan kebutuhan pokok lainnya belum ada,” tambahnya. Banjir kali ini menurutnya lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada tahun 2023 silam.

Dikepung Banjir, Nasib Pilu Korban Banjir di Pati Masih Perlu Bantuan Logistik dan Nasi Bungkus
Seorang warga sedang menerima bantuan makanan

Warga berharap debit air segera surut agar aktivitas desa kembali normal dan mereka dapat menyelamatkan sisa-sisa hasil tani yang masih mungkin diolah.

Agus Murdianto, warga RT 07 RW 01 Desa Widorokandang, tampak mendorong sepeda motornya yang mogok akibat terendam air.

Agus menceritakan bahwa awalnya motor tersebut dia parkir di depan masjid desa, namun debit air yang naik dengan cepat merendam mesin kendaraannya.

Kemarin saya taruh di depan masjid terus airnya sudah tambah. Ini mau dibawa ke tempat yang lebih tinggi (untuk dievakuasi),” ujar Agus saat menerjang banjir pada Rabu sore (14/1/2026).

Dia menceritakan, di dalam rumahnya ketinggian air baru mencapai mata kaki. Namun, bukan mustahil ketinggian banjir akan bertambah.

Adapun kondisi di jalan desa jauh lebih parah. Di beberapa titik jalan, ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa.

Terkait distribusi bantuan, Agus mengaku telah menerima bantuan berupa makanan siap santap, antara lain dari anggota DPRD Pati sekaligus Sekretaris DPC PDIP Pati Danu Ikhsan HC.

Namun, ia menekankan bahwa hal yang paling mendesak dibutuhkan warga saat ini, selain logistik, adalah layanan medis.

Menurutnya, bantuan kesehatan harus menjadi prioritas karena kondisi lingkungan yang mulai tidak higienis akibat genangan air yang sudah berlangsung berhari-hari.

Walaupun sudah mendapatkan bantuan nasi bungkus, Agus menyebutkan bahwa secara umum warga masih berupaya untuk mandiri dengan tetap memasak di rumah masing-masing.

Baginya dan warga Widorokandang lainnya, musibah banjir tahunan ini sudah dianggap sebagai hal yang biasa dihadapi.

Warga Widorokandang sudah terbiasa. Sering ada banjir seperti ini. Tapi tetap perlu bantuan makanan dan untuk kesehatan diutamakan nanti,” pungkasnya.

Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, memicu keprihatinan berbagai pihak. 

Anggota DPRD Kabupaten Pati sekaligus Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pati, Danu Ikhsan HC, turun langsung menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak, Rabu (14/1/2026).

Danu menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan rutin untuk membantu masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan akibat kepungan banjir.  Kali ini, bantuan difokuskan di Desa Widorokandang, Sugiharjo, Sidoharjo, dan Dengkek.

Agenda hari ini seperti biasa yaitu memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Pati,” ujar Danu saat ditemui di sela-sela pembagian bantuan. Menurut Danu, setidaknya seribu paket makanan siap saji didistribusikan setiap harinya. 

Aksi sosial ini sendiri sudah dimulai sejak Sabtu lalu dan direncanakan akan terus berlangsung hingga kondisi banjir benar-benar surut atau teratasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Danu mengungkapkan bahwa kondisi banjir di beberapa titik masih cukup memprihatinkan, terutama di desa-desa yang berada di bantaran Sungai Silugonggo. 

Ketinggian air bervariasi, namun di wilayah tertentu sudah masuk kategori berbahaya. Rata-rata setinggi lutut orang dewasa di permukiman umum. Wilayah pinggir sungai malah mencapai ketinggian perut orang dewasa,” kata dia.

Selain bantuan makanan siap santap selama masa darurat, Danu juga menyebutkan bahwa Fraksi PDI Perjuangan beserta jajaran pengurus DPC telah menyiapkan rencana penyaluran bantuan pascabanjir untuk membantu pemulihan kondisi masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran kader di tengah masyarakat adalah sebuah keharusan, terutama saat warga sedang menghadapi musibah. 

Danu menekankan bahwa setiap anggota fraksi memiliki kewajiban moral dan organisasional untuk terjun langsung ke lapangan.

Karena kami ini menjalankan amanat dari Ibu Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, agar kader PDI Perjuangan terjun langsung di tengah masyarakat, entah itu masyarakat sedang berduka ataupun bahagia,” kata dia.

Menurut Danu, aksi sosial berupa pembagian nasi bungkus dan bantuan lainnya juga telah dilakukan secara serentak oleh perwakilan rakyat dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut di seluruh Daerah Pemilihan (Dapil) di Pati. Hal ini demi memastikan bantuan tersalurkan secara merata kepada para korban bencana.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here