Hujan Lebat Picu Longsor di 4 Desa/Kelurahan di Wonogiri, Rumah dan Jalan Rusak
Rumah warga di Jatipurno Wonogiri tertimpa longsor

Beritainternusa.com,Wonogiri Hujan deras mengakibatkan  tanah longsor di sejumlah desa dan kelurahan wilayah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada Senin (12/1/2026). Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, tetapi rumah warga mengalami kerusakan parah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan tanah longsor terjadi di Kelurahan Balepanjang, Kecamatan Jatipurno; Desa Girimarto, Kecamatan Girimarto; lalu Desa Mojoreno dan Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo.

Tanah longsor di sejumlah lokasi itu dipicu hujan lebat pada Senin sore hingga malam. Tanah longsor di Kelurahan Balepanjang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami rusak berat. Jalan desa juga sempat terputus akibat tertimpa material longsor.

Satu rumah warga rusak parah di Desa Girimarto setelah tertimpa talut yang jebol. Di Kecamatan Sidoharjo dapur rumah warga ambrol diterjang tebing longsor. Di sejumlah daerah lain, pohon tumbang hingga menimpa jaringan listrik PLN.

Penyebab tanah longsor karena hujan lebat yang mengguyur wilayah timur Wonogiri sejak Senin sore hingga malam. Tingginya curah hujan [73,5 mm] menyebabkan longsor di beberapa titik serta meluapnya aliran sungai di wilayah Sidoharjo,” jelas Fuad kepada awak media,  (13/1/2026).

BPBD Wonogiri telah memonitoring lokasi terdampak dan melakukan asesmen. Lokasi longsor sudah ditutupi dengan terpal oleh masyarakat. Evakuasi material longsor juga telah dilaksanakan berbagai pihak terkait pada Selasa.

Fuad mengimbau warga khususnya di Kelurahan Sidoharjo untuk waspada karena berpotensi ada longsor susulan jika intensitas hujan masih tinggi. Dia menjelaskan tanah longsor masih menjadi ancaman bencana paling berisiko terjadi saat musim hujan di Kabupaten Wonogiri.

Sepanjang 2025, jumlah bencana di Kabupaten Wonogiri sebanyak 162 kejadian. Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah bencana pada 2024 yang tercatat sebanyak 134 kejadian.

Dari total bencana itu, mayoritas bencana yang terjadi yakni tanah longsor. Dari 162 kejadian, sebanyak 89 kejadian di antaranya bencana tanah longsor. Kemudian disusul bencana angin kencang 43 kejadian, erosi 43 kejadian, banjir dan kebakaran besar masing-masing enam kejadian. Jenis bencana lain tingkat kejadiannya kurang dari lima.

Fuad menjelaskan tanah longsor sejak dulu menjadi bencana paling rawan terjadi di Kabupaten Wonogiri. Ini lantaran kondisi alamnya yang berlereng, bukit, dan gunung. Sebagian besar permukiman di Kabupaten Wonogiri berada di lereng-lereng perbukitan.

Dengan kondisi itu, Kabupaten Wonogiri sangat rawan terjadi bencana tanah longsor. Upaya yang bisa dilakukan dengan kondisi itu adalah meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Fuad.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, melaporkan kegiatan kerja bakti evakuasi material longsor di Kecamatan Jatipurno dilaksanakan warga dan Forkopimcam Jatipurno pada Selasa siang.

Sejak pagi, personel Polsek Jatipurno bersama unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat melakukan kerja bakti membersihkan material longsor yang masuk ke dapur rumah milik Wakidi, warga yang terdampak,” kata Anom.

[Admin/spbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here