Home Blog Page 12

Aliansi BEM Sukoharjo Gelar Aksi Demo Di Bundaran Kartasura

0

Beritainternusa.com,Solo – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sukoharjo gelar aksi unjuk rasa di Bundaran Kartasura pada Rabu (17/6/2026) sore hingga malam. Mereka membawa kardus berbentuk keranda sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah. 

Dari pantauan awak media di lokasi pada Rabu, (17/6/2026) ratusan mahasiswa itu berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Sukoharjo seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta, UIN RM Said Surakarta, dan Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara). Mereka berjalan kaki menuju area Bundaran Kartasura sembari membawa spanduk dan kardus berbentuk keranda.

Para mahasiswa lantas menyampaikan orasi secara bergantian. Mereka mengkritik program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai memberatkan fiskal negara.

Koordinator aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ashar Ardiansyah, meminta pemerintah mengevaluasi secara total program MBG yang menyedot anggaran triliun rupiah. Program MBG harus dievaluasi secara total agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. 

Program prioritas lainnya, Koperasi Desa Merah Putih tak luput menjadi sorotan peserta demo. Pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih yang dibangun di setiap desa/kelurahan juga harus dievaluasi secara total. 

Selain itu, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi memberikan efek domino yang dirasakan kalangan masyarakat menengah ke bawah. Harga kebutuhan pangan terkerek naik sehingga semakin memberatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, didampingi Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Pramono, mendatangi peserta aksi demo sekitar pukul 18.00 WIB. Sapto menyampaikan aspirasi para mahasiswa bakal disampaikan kepada pemerintah pusat.

Aspirasi para mahasiswa merupakan suara yang pasti didengar oleh pemerintah. Aspirasi mahasiswa bagian dari masukan dan bahan evaluasi agar program-program pemerintah bermanfaat bagi masyarakat,” papar dia.

[Admin/spbin]

Aliansi BEM Surabaya Gelar Aksi Demo Di Depan Gedung Negara Grahadi

0
Demo mahasiswa di Surabaya. (Merdeka.com/Erwin Yohanes)
BEM Surabaya gelar aksi demo

Beritainternusa.com,Surabaya – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Rabu (17/6/2026). Mereka menuntut agar pemerintah menghentikan dan mengevaluasi secara menyeluruh program makan bergizi gratis (MBG).

Dalam aksi di depan Grahadi, massa yang mengatasnamakan ABS ini mengklaim berasal dari sejumlah kampus dan organisasi kemahasiswaan, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Massa menyampaikan tujuh tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban ekonomi masyarakat.

Mereka juga meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang dinilai terus mengalami tekanan. Selain itu, massa menuntut pencopotan menteri maupun pejabat yang dianggap tidak kompeten dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Di bidang penegakan hukum, demonstran mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Mereka menilai regulasi tersebut diperlukan untuk memiskinkan koruptor dan mengoptimalkan pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Massa juga menyuarakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat. Mereka mendesak pemerintah mencabut Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri karena dinilai berpotensi membatasi ruang demokrasi dan kebebasan sipil.

Selain itu, mereka menolak eksploitasi lingkungan yang disebut berkedok proyek strategis nasional (PSN). Dalam tuntutannya, massa juga meminta negara menghormati dan melindungi hak atas tanah adat masyarakat Papua.

Pada sektor lingkungan dan pertanian, demonstran mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi sumber daya alam.

Mereka menilai kerusakan lingkungan telah berdampak pada menurunnya komoditas lokal dan mengancam mata pencaharian petani.Sorotan utama massa diarahkan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Mereka menuntut evaluasi total terhadap kedua program tersebut. Bahkan, sebagian massa mendesak agar program MBG dihentikan apabila pelaksanaannya dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Massa juga meminta pemerintah membangun sistem mitigasi yang jelas, menjamin transparansi penyaluran bantuan, memastikan ketepatan sasaran penerima manfaat, serta memperkuat pengawasan guna mencegah praktik korupsi.

Tuntutan terakhir yang disuarakan adalah mengecam segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan menolak berbagai upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil.

Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Sejumlah drone terlihat turut memantau aksi para mahasiswa ini.

[Admin/lpbin]

Mahasiswa UGM Beri Penjelasan Soal Ricuh Yang Terjadi Saat Diskusi Budiman Sudjatmiko, Nusron Dan Sudaryono

0
Mahasiswa UGM memberikan penjelasan soal diskusi ricuh
Mahasiswa UGM beri penjelasan soal diskusi yang berakhir ricuh

Beritainternusa.com,Jogja – Diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta pada Senin (15/6/2026) malam berakhir ricuh. Pembicara dalam diskusi tersebut yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Kepala BP Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Mahasiswa UGM memberikan penjelasan soal ricuh malam itu. Mereka menyebut aksi demonstrasi di tengah diskusi merupakan aksi kolektif yang dipicu ketidakpuasan atas kinerja pemerintah saat ini.

Perwakilan mahasiswa UGM, Mesa mengatakan, dalam konteks demokrasi, diskusi seharusnya tidak diadakan di ruang politik yang dikondisikan penguasa. Diskusi seharusnya berada di ruang yang berdasar pada asas kesamaan kepentingan serta keberpihakan terhadap rakyat.

Maka dari itu, insting pertama kami adalah membawa para pejabat negara itu ke jalan; ke ruang yang tidak dikondisikan penguasa, lantas menanyakan keberpihakan mereka,” ucap Mesa sebagai perwakilan mahasiswa UGM di Balairung UGM pada Rabu (17/6/2026).

Mesa menambahkan, berbagai fakta yang sudah terlihat jelas. Jawaban para pejabat yang hadir menunjukkan ketidakberpihakan pada rakyat.

Alih-alih mengakui kesalahan, mereka justru meminta salah satu massa aksi untuk melihat secara langsung kondisi di Papua. Kami tidak menginginkan kondisi di Papua hanya dilihat oleh segelintir orang dari kami saja,” tegas Mesa.

Dalam pernyataannya, mahasiswa UGM juga mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah yakni:

1. Membebaskan seluruh tahanan politik dan memberikan amnesti pada kawan-kawan yang dikriminalisasi

2. Tidak lagi membatasi demonstrasi seperti yang terjadi dengan mahasiswa UI di bundaran HI

3. Menarik militer dari ruang sipil dan mencabut UU TNI dan UU POLRI.

4. Menghentikan kriminalisasi aktivis.

[Admin/lpbin]

Satlinmas Rescue Istimewa II Baron Berhasil Selamatkan Dua Orang Wisatawan Yang Terseret Ombak Di Pantai Drini

0
Petugas sedang menggendong balita yang terseret ombak di Pantai Drini

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Dua wisatawan asal Solo, Jawa Tengah bernama Zahwa (34) bersama anaknya yang masih balita Muhamad Ridwan (4) terseret ombak di kawasan wisata Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul pada Rabu (17/6/2026) siang. Berkat kesigapan petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron kedua korban ibu dan anak berhasil diselamatkan.

Proses penyelamatan dilakukan dengan cara berenang menuju korban yang terbawa arus ke tengah laut.

Keduanya korban sempat mengalami syok dan lemas setelah tergulung ombak saat bermain air di sisi barat Pulau Drini.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00.

Saat itu, kata Marjono, korban bersama keluarganya tengah menikmati wisata pantai dan bermain air di area yang berada di sebelah barat Pulau Drini.

Tiba-tiba datang ombak cukup besar yang menghantam korban. Keduanya terhempas dan terseret arus ke arah tengah laut,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (17/6/2026).

Petugas jaga yang berada di Pos Pantai Drini segera bergerak setelah melihat korban dalam kondisi berbahaya. Dengan dibantu warga sekitar, petugas berenang menuju lokasi korban dan melakukan evakuasi ke tepian pantai. Menurut Marjono, kecepatan respons petugas menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Sebab, korban yang terseret arus berpotensi semakin menjauh dari bibir pantai apabila terlambat mendapatkan pertolongan.

Kedua korban berhasil dijangkau dan dievakuasi ke daratan. Setelah itu langsung mendapatkan penanganan awal di pos jaga,” katanya.

Sementara itu, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Surisdiyanto menambahkan, setelah berhasil dievakuasi, kedua korban mengalami kondisi lemas dan syok akibat terlalu banyak menelan air laut. Namun kondisi kesehatan korban yang masih balita sempat mengalami penurunan, sehingga ia memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Saptosari demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Korban anak mengalami kondisi lemah dan diduga terlalu banyak kemasukan air laut sehingga langsung dibawa ke RSUD Saptosari untuk pemeriksaan dan penanganan dokter,” jelasnya.

Sebanyak sembilan personel Satlinmas Rescue terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Hingga proses evakuasi selesai, kedua korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis. Surisdiyanto kembali mengingatkan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Pengunjung diminta mematuhi arahan petugas dan tidak bermain air di area yang berpotensi memiliki arus balik maupun gelombang tinggi.

Kami mengimbau wisatawan untuk berhati-hati saat bermain air. Jika ada larangan atau peringatan dari petugas, sebaiknya dipatuhi demi keselamatan bersama,” tandasnya.

[Admin/rjbin]

Polisi Mengungkap Modus Baru Peredaran Narkoba Yang Disimpan Di Dalam Batang Singkong

0

Beritainternusa.com,Jabar – Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 23,35 gram di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabu tersebut disimpan dengan cara yang tidak biasa, yakni disembunyikan dalam batang pohon singkong.

Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, cara tersebut diduga merupakan modus kamuflase baru untuk mengelabui petugas dalam pengungkapan kasus narkotika.

Terkait modus penyimpanan sabu di dalam batang pohon singkong, ini merupakan bentuk kamuflase baru untuk mengelabui petugas,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan, temuan ini menjadi perhatian karena pelaku memanfaatkan batang tanaman singkong sebagai tempat penyimpanan agar barang bukti tidak mudah terdeteksi saat penggeledahan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sabu dengan total berat 23,35 gram dengan nilai ekonomis diperkirakan mencapai Rp 23 juta hingga Rp 35 juta berdasarkan harga pasaran gelap.

Sandityo menegaskan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih besar dan tidak berhenti pada pelaku di lapangan.

Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya dan tidak berhenti pada pelaku yang diamankan, tetapi akan mengejar pemasok,” tegasnya.

Dari hasil penyidikan, perbuatan para tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun hingga 20 tahun atau seumur hidup serta denda hingga Rp10 miliar.

Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa dalam pengembangan kasus, ditemukan adanya keterlibatan jaringan peredaran yang diduga berasal dari seorang pemasok yang saat ini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka diduga berperan sebagai pengedar yang menerima dan menyimpan sabu sebelum diedarkan kembali di wilayah lokal.

Saat ini tersangka masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut, sementara Polres Sumedang terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok yang lebih luas.

[Admin/lpbin]

Pengamat: Kabinet Presiden Prabowo Masih Didominasi Figur-Figur Yang Dekat Dengan Jokowi 

0

Beritainternusa.com,Jakarta – Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melontarkan pandangannya mengenai komposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Pangi, kabinet saat ini masih didominasi figur-figur yang memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau yang ia sebut sebagai “Geng Solo“.

Pernyataan itu disampaikan Pangi dalam perbincangan di kanal YouTube Bambang Widjojanto. Pangi menilai keberadaan kelompok loyalis Jokowi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pemerintahan Prabowo.

Kalau statement saya dari awal kan berhentilah mengasuh Geng Solo, harus pecah kongsi. Karena artinya mengasuh Geng Solo ini seperti membuat pemerintahan Pak Prabowo nggak efektif,” kata Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).

Meski demikian, Pangi melihat adanya paradoks. Menurutnya, apabila seluruh figur yang berafiliasi dengan Jokowi keluar dari pemerintahan, kondisi tersebut justru berpotensi menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power).

Cuma jangan-jangan sebaliknya, kalau semua orang Jokowi ini menarik diri dari pemerintahan, jangan-jangan terjadi vacuum of power. Nggak ada kekuasaan lagi Prabowo. Karena isinya kabinet Prabowo ini orang-orangnya Geng Solo semua,” ujarnya.

Pangi juga berpendapat sejumlah posisi strategis di pemerintahan masih ditempati tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Ya menteri mereka banyak. Kemudian mereka semua yang namanya cabang-cabang kekuasaan penting pengendali republik,” katanya.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah lembaga negara yang menurutnya masih berkaitan dengan pemerintahan sebelumnya.

KPK made in Jokowi kan. Belum hari ini kan soal Panglima masih yang lama, sumber kekuasaannya yang melantik. Polri masih yang lama yang melantik, Jaksa masih yang lama yang melantik,” ujar Pangi.

Lebih lanjut, ia menilai tingkat ketergantungan Presiden Prabowo terhadap figur-figur dari era Jokowi masih cukup tinggi.

Ketergantungan itu tinggi sekali. Semua badan komunikasinya adalah loyalis Pak Jokowi,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Pangi juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi dinamika politik antara Presiden Prabowo dan kelompok loyalis Jokowi di masa mendatang.

Keyakinan saya kalau ada apa-apa dengan Presiden Prabowo mereka tidak akan loyal bela Prabowo. Justru mereka akan happy, jangan-jangan mereka juga sudah siap,” pungkasnya.

[Admin/scbin]

Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Polri Terkait Pemberitahuan Demo 

0

Beritainternusa.com,Jakarta – Polemik mengenai surat pemberitahuan aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Bundaran HI kembali menuai kritik terhadap kinerja Polri.

Aparat Polri dinilai masih mengelola mekanisme penyampaian pendapat di muka umum secara birokratis dan minim transparansi.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat menyebut pihaknya tidak menerima surat pemberitahuan aksi dari BEM UI terkait demonstrasi di Bundaran HI.

Pernyataan itu kemudian dibantah oleh Ketua BEM UI yang menilai polisi justru membohongi rakyat karena surat pemberitahuan telah dikirimkan.

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Herlambang P. Wiratraman, menilai persoalan tersebut memperlihatkan lemahnya sistem pelayanan publik di institusi kepolisian.

Menurut Herlambang, mekanisme pemberitahuan aksi selama ini masih menyisakan banyak celah administratif.

Belum lagi menyoal standar penerimaan pemberitahuan aksi di tiap wilayah yang tidak seragam.

Situasi itu membuat polemik soal ada atau tidaknya surat pemberitahuan mudah diperdebatkan di lapangan.

Standar pemberitahuan pun beragam, tergantung dinamika di tingkat lokal. Itu sebabnya, dalih yang disampaikan di lapangan kerap susah dibuktikan, karena sistemnya juga masih manual. ‘Modal kertas’,” ujarnya.

Herlambang mengkritik kualitas layanan publik Polri yang dinilai belum sebanding dengan anggaran besar yang dimiliki institusi tersebut.

Padahal semestinya kepolisian mampu menghadirkan sistem administrasi modern yang memudahkan warga menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Kualitas layanan publik polisi dengan dana besar yang dimiliki, masih jauh di bawah standar aplikasi gojek/grab, tidak punya sistem yang memudahkan warga untuk menjalankan hak konstitusional warga negara, khususnya kebebasan berpendapat, berekspresi san berkumpul,” tegasnya.

Menurut Herlambang, ketiadaan sistem yang transparan dan dapat diakses publik membuka ruang penyalahgunaan kewenangan di lapangan.

Dalam situasi tertentu, alasan surat pemberitahuan belum diterima kerap digunakan secara politis tanpa mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Karena tidak ada sistem yang bisa dirujuk, gampang sekali disalahgunakan di lapangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, ia mendorong Polri untuk melakukan pembenahan serius terhadap layanan publik dalam pengamanan aksi demonstrasi.

Termasuk, transparan, berapa pengerahan aparat yang diupayakan atas pemberitahuan yang disampaikan. Siapa penanggung jawab, nomer kontaknya, mekanisme komplain bila ada kekerasan yang dilakukan anak buahnya,” ujar dia.

Berbagai pembenahan birokrasi dan transparansi itu menjadi penting untuk mencegah praktik impunitas di tubuh kepolisian.

Tanpa perbaikan sistem, pola kekerasan aparat dalam pengamanan demonstrasi dinilai akan terus berulang tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

Sejauh belum ada upaya perbaikan kualitas layanan publik dalam institusi kepolisian, termasuk pembenahan birokrasi hukumnya, maka berbanding lurus dengan pola-pola kekerasan dan tiadanya pertanggungjawaban, atau impunitas,” pungkasnya.

[Admin/scbin]

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Home Industry Narkoba Sinte Di Jakarta Timur

0
Polda Metro Jaya membongkar home industry narkoba di Jaktim, dan menangkap dua pelaku. (dok. ist)
Polda Metro Jaya ungkap home industri narkoba

Beritainternusa.com,Jakarta – Jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus home industry narkoba jenis tembakau sintetis di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim). Polisi menangkap dua orang yang berperan menjalankan home industry narkoba tersebut.

Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Kompol Indah Hartantiningrum mengatakan diungkap pada 5 Juni yang lalu. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan IB (30) dan A (20) yang diduga menjalankan aktivitas produksi tembakau sintetis rumahan sekaligus mengedarkan pil ekstasi dan obat keras daftar G.

Barang bukti yang berhasil kami amankan terdiri dari 30 butir ekstasi, 3 pack tembakau sintetis dengan berat 18 gram, bibit sintetis sebanyak 35 ml, selanjutnya ada bahan pokok tembakau 1.030 gram, dan juga ada obat keras daftar G dengan total 1.320 butir, dan juga ada bahan-bahan untuk produksi yaitu alkohol, alat mixer, bejana, insulin untuk melakukan pencampuran yang di-mix dengan bahan pewarna selanjutnya juga ada timbangan digital,” kata Indah dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

Selain itu, Indah menyebut pihaknya juga mengamankan seorang pria berinisial IN (33) yang terlibat dalam kasus peredaran sabu di wilayah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Tersangka melakukan aksinya dengan modus ‘mapping’ atau tempel di beberapa titik wilayah Tangerang Selatan.

Selanjutnya kami juga mengamankan barang bukti sabu yang sudah dikemas siap edar dengan total 20,92 gram, uang tunai,” imbuhnya.

Saat ini para tersangka sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya. Pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki pelaku lain yang terlibat.

[Admin/dtbin]

Gagarin Sumrambah Hengkang Dari Partai Golkar Dan Resmi Bergabung Ke Partai Demokrat Pacitan

0
Tinggalkan Golkar, Gagarin Sumrambah Resmi Gabung Demokrat Pacitan
Setelah hengkang dari Golkar Gagarin Sumrambah resmi gabung ke Demokrat

Beritainternusa.com,Pacitan – Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai kader Partai Golkar akhirnya Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Hengkangnya Gagarin Sumrambah dari Partai Golkar pasti akan merubah dinamika dunia politik di Pacitan.

Kabar bergabungnya Gagarin Sumramabah ke Partai demokrat tersebut diumumkan dalam kegiatan penyerahan mobil siaga DPC Partai Demokrat Pacitan, Kamis malam (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan Indrata Nur Bayuaji yang juga menjabat sebagai Bupati Pacitan secara langsung memperkenalkan Gagarin Sumrambah sebagai kader baru Demokrat di hadapan para kader dan simpatisan.

Selamat datang Pak Gagarin Sumrambah sebagai kader baru Partai Demokrat,” ujar Indrata Nur Bayuaji.

Masuknya Gagarin Sumrambah menjadi perhatian publik mengingat dirinya merupakan salah satu tokoh politik yang cukup lama yang berkiprah di Partai Golkar. Keputusan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan politik Wakil Bupati Pacitan itu.

Indrata Nur Bayuaji yang juga menjabat sebagai Bupati Pacitan mengatakan, kekuatan politik harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan partai politik tidak semata diukur dari jumlah kursi legislatif yang dimiliki, melainkan dari kontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Kami meyakini bahwa kekuatan politik hanya akan berarti apabila digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Gagarin Sumrambah menegaskan keputusannya bergabung dengan Demokrat dilandasi keinginan memperluas ruang pengabdian bagi masyarakat Pacitan.

Dia menilai sinergi antarkekuatan politik menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan daerah.

Jadi saya ini dalam rangka mengoptimalkan pengabdian saya untuk Bumi Pacitan dan masyarakatnya, saya bersinergi dengan kekuatan yang sekiranya membuat kemajuan Pacitan lebih nyata,” ujarnya.

Bergabungnya Gagarin ke Demokrat dipandang sebagai tambahan kekuatan politik bagi partai tersebut di Pacitan.

Terlebih, saat ini Demokrat menjadi partai penguasa di tingkat eksekutif setelah mengantarkan Indrata Nur Bayuaji memimpin Kabupaten Pacitan.

Langkah politik Gagarin tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu dinamika penting menjelang agenda politik mendatang di Kabupaten Pacitan.

[Admin/rmbin]

Polisi Berhasil Bongkar Peredaran Obat Keras Di Tangerang

0
Barang bukti obat keras yang disita Polisi dari penggerebekan rumah kontrakan di Tangerang. (Dok. Antara)
Barang bukti obat keras yang diamankan polisi dalam penggerebekan di Tangerang

Beritainternusa.com,Tangerang – Jajaran Polres Metro Tangerang Kota melakukan pengejaran terhadap pemasok obat keras di wilayah Tangerang setelah menggerebek sebuah kontrakan yang dijadikan gudang penyimpanan obat keras.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti sebanyak 135.346 butir obat keras dari berbagai jenis.

Polisi sedang memburu pemasok yang diduga menjadi sumber utama peredaran obat keras tersebut,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, jumlah barang bukti yang diamankan menunjukkan adanya aktivitas peredaran obat keras dalam skala besar yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Obat-obatan ini kerap disalahgunakan dan menjadi salah satu pemicu berbagai tindak kriminal maupun kenakalan remaja. Karena itu kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok utama dan jaringan yang lebih besar,” katanya.

Ia juga menegaskan kasus ini menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Tangerang Kota dalam memberantas penyalahgunaan obat-obatan berbahaya serta menjaga generasi muda dari ancaman narkotika dan obat keras ilegal yang semakin marak beredar melalui berbagai modus transaksi.

Polres Metro Tangerang Kota akan terus meningkatkan patroli, penyelidikan, dan penindakan terhadap peredaran obat keras ilegal. Kami berharap masyarakat tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian maupun Call Center 110 yang siap melayani selama 24 jam,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat 12 Juni 2026, Polsek Benda berhasil mengungkap peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar dalam jumlah fantastis. Dalam operasi itu, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku beserta barang bukti sebanyak 135.346 butir obat keras.

Kapolsek Benda AKP Sriyono pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi obat keras jenis tramadol dan heximer yang dilakukan secara cash on delivery (COD) di kawasan Poris.

Setelah mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, anggota berhasil mengamankan seorang pria yang kedapatan membawa obat keras tanpa izin edar. Setelah dilakukan pengembangan, petugas kemudian menggeledah sebuah kontrakan yang dijadikan lokasi penyimpanan obat-obatan tersebut. Polisi menemukan ribuan pil yang tersimpan dalam jumlah besar dan diduga siap diedarkan kepada pembeli.

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial FN alias Botil (25) dan R alias Idung (24). Keduanya diduga berperan dalam jaringan distribusi obat keras ilegal di wilayah Tangerang.

Barang bukti yang disita polisi antara lain, 78.510 butir Tryhex, 45.200 butir Hexymer, 5.306 butir Tramadol, 6.000 butir PCC, 190 butir Merlopam, 130 butir Alprazolam dan Riklona, dua unit telepon genggam yang digunakan untuk transaksi, satu unit printer kemasan, serta satu unit sepeda motor.

[Admin/lpbin]

;