Beritainternusa.com,Gunungkidul – Dua wisatawan asal Solo, Jawa Tengah bernama Zahwa (34) bersama anaknya yang masih balita Muhamad Ridwan (4) terseret ombak di kawasan wisata Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul pada Rabu (17/6/2026) siang. Berkat kesigapan petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron kedua korban ibu dan anak berhasil diselamatkan.
Proses penyelamatan dilakukan dengan cara berenang menuju korban yang terbawa arus ke tengah laut.
Keduanya korban sempat mengalami syok dan lemas setelah tergulung ombak saat bermain air di sisi barat Pulau Drini.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Marjono mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00.
Saat itu, kata Marjono, korban bersama keluarganya tengah menikmati wisata pantai dan bermain air di area yang berada di sebelah barat Pulau Drini.
Tiba-tiba datang ombak cukup besar yang menghantam korban. Keduanya terhempas dan terseret arus ke arah tengah laut,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Rabu (17/6/2026).
Petugas jaga yang berada di Pos Pantai Drini segera bergerak setelah melihat korban dalam kondisi berbahaya. Dengan dibantu warga sekitar, petugas berenang menuju lokasi korban dan melakukan evakuasi ke tepian pantai. Menurut Marjono, kecepatan respons petugas menjadi faktor penting dalam penyelamatan tersebut. Sebab, korban yang terseret arus berpotensi semakin menjauh dari bibir pantai apabila terlambat mendapatkan pertolongan.
Kedua korban berhasil dijangkau dan dievakuasi ke daratan. Setelah itu langsung mendapatkan penanganan awal di pos jaga,” katanya.
Sementara itu, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah II Baron Surisdiyanto menambahkan, setelah berhasil dievakuasi, kedua korban mengalami kondisi lemas dan syok akibat terlalu banyak menelan air laut. Namun kondisi kesehatan korban yang masih balita sempat mengalami penurunan, sehingga ia memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Saptosari demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban anak mengalami kondisi lemah dan diduga terlalu banyak kemasukan air laut sehingga langsung dibawa ke RSUD Saptosari untuk pemeriksaan dan penanganan dokter,” jelasnya.
Sebanyak sembilan personel Satlinmas Rescue terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Hingga proses evakuasi selesai, kedua korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis. Surisdiyanto kembali mengingatkan wisatawan agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai. Pengunjung diminta mematuhi arahan petugas dan tidak bermain air di area yang berpotensi memiliki arus balik maupun gelombang tinggi.
Kami mengimbau wisatawan untuk berhati-hati saat bermain air. Jika ada larangan atau peringatan dari petugas, sebaiknya dipatuhi demi keselamatan bersama,” tandasnya.
[Admin/rjbin]


