Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri LSAK Dorong KPK Ambil Alih Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara Jajaran Polsek Cengkareng Gelar Razia Di Sejumlah Titik Rawan Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK BEM SI Dukung Kortastipidkor Polri Dalam Mengusut Sejumlah Dugaan Tindak Pidana Korupsi Wagub Jabar: Ribuan ASN Jabar Terlibat Judi Online Dengan Transaksi Rp 10 Miliar

Daerah

Mahasiswa UGM Beri Penjelasan Soal Ricuh Yang Terjadi Saat Diskusi Budiman Sudjatmiko, Nusron Dan Sudaryono

badge-check
Mahasiswa UGM memberikan penjelasan soal diskusi ricuh
Mahasiswa UGM beri penjelasan soal diskusi yang berakhir ricuh

Beritainternusa.com,Jogja – Diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Yogyakarta pada Senin (15/6/2026) malam berakhir ricuh. Pembicara dalam diskusi tersebut yakni Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Kepala BP Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Mahasiswa UGM memberikan penjelasan soal ricuh malam itu. Mereka menyebut aksi demonstrasi di tengah diskusi merupakan aksi kolektif yang dipicu ketidakpuasan atas kinerja pemerintah saat ini.

Perwakilan mahasiswa UGM, Mesa mengatakan, dalam konteks demokrasi, diskusi seharusnya tidak diadakan di ruang politik yang dikondisikan penguasa. Diskusi seharusnya berada di ruang yang berdasar pada asas kesamaan kepentingan serta keberpihakan terhadap rakyat.

Maka dari itu, insting pertama kami adalah membawa para pejabat negara itu ke jalan; ke ruang yang tidak dikondisikan penguasa, lantas menanyakan keberpihakan mereka,” ucap Mesa sebagai perwakilan mahasiswa UGM di Balairung UGM pada Rabu (17/6/2026).

Mesa menambahkan, berbagai fakta yang sudah terlihat jelas. Jawaban para pejabat yang hadir menunjukkan ketidakberpihakan pada rakyat.

Alih-alih mengakui kesalahan, mereka justru meminta salah satu massa aksi untuk melihat secara langsung kondisi di Papua. Kami tidak menginginkan kondisi di Papua hanya dilihat oleh segelintir orang dari kami saja,” tegas Mesa.

Dalam pernyataannya, mahasiswa UGM juga mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah yakni:

1. Membebaskan seluruh tahanan politik dan memberikan amnesti pada kawan-kawan yang dikriminalisasi

2. Tidak lagi membatasi demonstrasi seperti yang terjadi dengan mahasiswa UI di bundaran HI

3. Menarik militer dari ruang sipil dan mencabut UU TNI dan UU POLRI.

4. Menghentikan kriminalisasi aktivis.

[Admin/lpbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK

10 July 2026 - 07:01 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Pengedar Uang Palsu Di Klaten

9 July 2026 - 08:27 WIB

Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Miras Ilegal Di Pati

9 July 2026 - 06:41 WIB

Oknum Camat Di Boyolali Yang Kirim Video Mesum Ke Eks Karyawati Disanksi Teguran

8 July 2026 - 07:47 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Ungkap Temuan Adanya ASN Kecanduan Judi Online Dengan Transaksi Hingga Rp 800 Juta

8 July 2026 - 06:49 WIB

Trending on Daerah