FESTIVAL RONTHEK - Salah satu penampilan grup pada Festival Ronthek Pacitan 2024 lalu di depan Pendopo Kabupaten Pacitan, Jatim. Kabupaten Pacitan bakal punya gawe. Adalah Festival Ronthek Pacitan 2025. Festival Ronthek kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara.
Salah satu penampilan group rontek di Pacitan

Beritainternusa.com,Pacitan Masyarakat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur gelar festival rontek yang sudah menjadi tradisi tahunan dan terus dilestarikan.

Berawal dari kegiatan ronda malam dengan memukul kentongan yang terbuat dari bambu, ronthek kini berkembang menjadi festival akbar yang memadukan musik tradisional, karnaval kreatif, dan pertunjukan seni kolosal.

Bahkan, Festival Ronthek Pacitan 2025 sukses meraih penghargaan bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata.

Penghargaan ini menjadi bukti konsistensi festival dalam mengangkat seni budaya lokal ke panggung nasional.

Kata “ronthek” berasal dari gabungan kata ronda dan thethek. Kedua kata tersebut memiliki arti alat musik bambu berlubang yang dipukul.

Awalnya, ronthek dimainkan saat ronda malam di bulan Ramadan untuk membangunkan warga sahur.

Bunyi kentongan yang khas, berpadu dengan gong, saron, dan kenong, menjadi penanda kebersamaan warga menjaga keamanan kampung. Namun, tradisi ini berkembang seiring waktu.

Ronthek yang awalnya hanya dimainkan menggunakan kentongan bambu, kini berkembang dengan tambahan berbagai alat musik tradisional lain. Dengan begitu, ronthek menghasilkan irama yang lebih meriah dan penuh semangat.

Selain itu, Festival Ronthek Pacitan pun rutin menghadirkan pertunjukan yang menarik. Festival ini turut melibatkan ratusan seniman lokal serta mampu menyedot ribuan penonton dari berbagai daerah.

Festival Ronthek Pacitan, Tradisi Ronda Malam yang Sukses Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kreasi rontek dengan tarian

Tahun 2011 menjadi tonggak awal digelarnya Festival ronthek, yang awalnya berbentuk lomba sebelum kemudian dikemas menjadi festival tahunan berskala besar.

Kini, setiap kecamatan di Pacitan menampilkan kreasi ronthek terbaiknya, lengkap dengan karnaval artistik, tiruan kapal, kereta, hingga instalasi kreatif lainnya. Festival Ronthek tahun 2018 menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah.

Bahkan, acara tersebut dihadiri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama almarhumah Ani Yudhoyono.

Festival kala itu melibatkan sekitar 5.000 peserta serta 2.500 siswa dalam mozaik 3D. Selain itu, festival ronthek tahun 2018 juga berhasil memecahkan Rekor MURI Indonesia.

Momentum tersebut semakin mengukuhkan ronthek sebagai ikon budaya asli Pacitan yang patut dibanggakan.

Pada 2025, Festival Ronthek Pacitan berhasil mencetak sejarah. Festival ini sukses meraih penghargaan prestisius Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 dari Kementerian Pariwisata.

Penghargaan KEN 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi atas inovasi Festival Ronthek dalam memadukan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Agustin Peranginangin, menyebut festival ini sebagai wujud nyata pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Hal ini menunjukkan bahwa Festival Ronthek mampu memadukan seni dan budaya dengan pariwisata serta ekonomi kreatif secara selaras.

Festival ini bukan hanya menampilkan pertunjukan ronthek, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM dan kreator lokal Pacitan untuk memamerkan serta menjual produk unggulan mereka.

Pemerintah pusat menargetkan 14,6–16 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara pada 2025.

Tak berhenti di situ, event seperti ronthek juga dinilai berperan strategis dalam mencapai target tersebut.

Festival Ronthek 2025 juga menjadi tahun ketiga berturut-turut masuk dalam jajaran 100 event terbaik nasional versi KEN.

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas membuka langsung Festival Ronthek 2025 di Alun-Alun Pacitan.

Ia menegaskan bahwa ronthek bukan hanya warisan budaya, tetapi juga peluang ekonomi kreatif yang mampu menyejahterakan masyarakat. Mari kita jaga seni budaya ronthek agar tidak pernah padam oleh zaman,” ujarnya.

Festival ini juga menjadi ruang spiritual dan sosial, menghadirkan kebahagiaan, kreativitas, serta semangat kebersamaan masyarakat Pacitan.

Pembukaan Festival Ronthek 2025 turut dihadiri tokoh nasional dan daerah. Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pacitan memimpin doa sebagai simbol dukungan terhadap pelestarian budaya yang sarat nilai spiritual.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menerima penghargaan atas keberhasilan Pacitan masuk 100 event terbaik nasional versi KEN 2025.

Festival ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya tarik wisata dan kesejahteraan warga.

Festival Ronthek Pacitan membuktikan bahwa tradisi lokal dapat bertransformasi menjadi event nasional tanpa kehilangan akar budayanya.

Dari bunyi kentongan ronda malam hingga panggung festival megah yang menyedot ribuan penonton, Ronthek kini menjadi simbol kreativitas, kebersamaan, dan kebanggaan masyarakat Pacitan.

Di tengah modernisasi, Tradisi Ronthek terus mengiringi langkah Pacitan menuju kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here