Beritainternusa.com,Jakarta – Pagar laut misterius yang membentang sepanjang 30,16 kilometer di Tangerang ternyata sudah terjadi sejak bulan Agustus 2024. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah pernah memberi peringatan, namun tidak dipedulikan oknum pemasang pagar.
Temuan sudah sejak Agustus 2024 lalu, saat itu panjangnya baru 7 kilometer. Sudah diberi peringatan untuk menghentikan kegiatan,”kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, Kamis (9/1/2025).
Bukannya dilaksanakan teguran tersebut, malah panjang pagar bertambah. Dari semula 7 kilometer dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan, sudah bertambah menjadi 30.16 kilometer.
Kalau tidak disegel begini, kami khawatir akan bertambah panjang lagi. Makanya kami beri waktu, kalau enggak mau bongkar sendiri, kami yang bongkar,”tegasnya. Ipunk pun mencurigai, bila pemasangan dilakukan pada saat petugas pengawasan lengah.
Meski begitu, Ipunk mengaku, KKP masih menyelidiki siapa dalang dari pemageran tersebut. Berbagai keterangan dari warga, nelayan dan dugaan adanya upah Rp 60 ribu perbambu sekali pasang, juga belum dipastikan kebenaranya. “Semua masih kami dalami,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, pagar laut misterius terbuat dari bambu, tertancap di sekitaran laut Pantura atau Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Pagar tersebut membentang sejauh 30.16 KM di atas laut.
Kami pastikan, pemerintah hadir, pak Presiden Prabowo memerintahkan KKP untuk menindaklanjuti pemageran tersebut, negara tidak boleh kalah,” tegasnya.
[Admin/lpbin]



