Sebulan Pascarelokasi PKL Jalan Baron ke Pasar Besole, Hanya Satu Pedagang yang Bertahan
Ebi pedagang es doger satu-satunya pedagang yang bertahan di Pasar Besole
Beritainternusa.com,Gunungkidul – Kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari bahu Jalan Baron ke area Pasar Besole, Kalurahan Baleharjo, belum berjalan sesuai harapan.
Sebulan pascalebaran, dari puluhan pedagang yang sempat menempati lokasi relokasi, kini hanya tersisa satu PKL yang masih bertahan berjualan di dalam pasar.
Pedagang es doger Pasar Besole Elbi Alfiansyah mengatakan, dirinya sebelumnya berjualan di tepi Jalan Baron depan Pasar Besole. Saat memasuki Ramadan Februari lalu, pedagang diarahkan masuk ke area pasar.
Waktu Ramadan memang ramai karena ada Pasar Ramadan di sini. Setelah Lebaran, sempat masih ada puluhan pedagang bertahan sekitar seminggu. Setelah itu tinggal saya sendirian sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui awak mediadi lapaknya, Kamis (16/4/2026).
Menurut Elbi, suasana sepi sangat terasa dibanding saat masih berjualan di tepi jalan. Kendati sebelumnya kondisi di luar pasar juga tidak terlalu ramai, namun kata dia, arus pembeli dinilai masih lebih baik dibanding saat berada di lokasi relokasi.
Kalau dulu di depan pasar paling tidak masih ada pemasukan. Sekarang perbedaannya jauh sekali. Yang beli tetap ada, tapi tidak seramai dulu,” katanya.
Ia mengaku memilih tetap bertahan karena tidak dikenai biaya tempat dan masih memiliki pelanggan tetap yang sesekali datang membeli dagangannya.
Kalau harus sewa kios kan ada pengeluaran lagi. Saya bertahan karena di sini gratis dan masih menjaga pelanggan lama,” imbuhnya.
Elbi berharap Pasar Besole dapat ditata lebih menarik sehingga kembali menjadi pusat aktivitas kuliner dan perdagangan. Kalau cuma satu orang jualan ya susah menarik pedagang lain masuk. Harapannya bisa ramai lagi supaya orang tahu kalau mau jajan di Wonosari ya ke Besole,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro menegaskan, relokasi ke Pasar Besole dilakukan sebagai bentuk penataan agar pedagang tidak lagi berjualan di bahu jalan.
Kami memfasilitasi saat Ramadan dan Alhamdulillah ramai. Tujuannya agar pedagang masuk ke area Pasar Besole, bukan lagi berjualan di pinggir jalan,” ujarnya.
Menurut dia, Pasar Besole merupakan aset desa yang pengelolaannya berada di bawah Kalurahan Baleharjo. Karena itu, pemerintah kabupaten tidak bisa melakukan intervensi penuh terhadap penataan lanjutan di lokasi tersebut.
Kalau pedagang kompak bertahan di tempat relokasi, mungkin bisa ramai dan kami bantu untuk pemasarannya seperti bulan Ramadan lalu. Tapi kalau memilih pindah ke lokasi lain, kami tidak bisa memaksa,” katanya.
Ia menyebut sebagian pedagang kini memilih menyewa lapak sendiri di area sekitar pasar maupun berpindah ke lokasi lain seperti taman kuliner. Yang penting mereka tidak lagi berjualan di bahu jalan. Kalau masih di area Pasar Besole, itu legal dan tidak menyalahi perda,” tegasnya.
Kelik menambahkan, keberlangsungan sentra kuliner di Besole membutuhkan kolaborasi antara pedagang, pemerintah kalurahan, dan Pemkab Gunungkidul. Untuk bisa bertahan lama memang perlu kerja bersama. Kami bisa bantu promosi, tapi pedagang juga harus kompak,” tandasnya.
[Admin/rjbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here