Beritainternusa.com,Gunungkidul – Sebuah kejanggalan pada sistem penerbitan tiket retribusi wisata terungkap di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Pantai Baron, Gunungkidul. Seorang wisatawan yang berkunjung bersama rombongan mendapati dua tiket dari kendaraan yang masuk terpisah waktu tercatat memiliki tanggal, jam, menit, bahkan detik yang identik persis.
Wisatawan yang enggan disebut namanya itu berangkat dengan satu mobil pribadi dan dua bus wisata, menuju Pantai Sadranan dan Pantai Drini. Rombongan utama tiba di pos retribusi sekitar pukul 04.30 WIB dan melakukan pembayaran tunai melalui sistem mPOS. Sementara itu, satu bus lainnya tertinggal dan menyusul sekitar setengah jam kemudian.
Anehnya, saat diperiksa kembali, tiket yang diterbitkan untuk kedua bus tersebut tertera waktu transaksi yang sama persis.
Kami merasa ada yang janggal. Bagaimana mungkin kendaraan yang masuk beda setengah jam tercatat masuk di waktu yang sama? ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (3/6/2026).
Mencurigai adanya ketidaksesuaian, koordinator rombongan berusaha meminta penjelasan. Ia sempat menghubungi telepon kantor Dinas Pariwisata namun tidak terhubung, sementara petugas yang bertugas saat itu sudah berganti. Kejadian ini pun memicu pertanyaan publik soal akurasi, transparansi, dan akuntabilitas sistem retribusi yang selama ini diklaim lebih tertib dengan teknologi digital.
Menanggapi hal itu, petugas TPR berinisial S mengakui terjadinya kesalahan, namun ia menegaskan bahwa hal itu bersifat teknis. Ia menjelaskan bahwa seharusnya mesin mPOS hanya mengeluarkan satu tiket asli untuk wisatawan dan satu salinan arsip. Namun pada kejadian tersebut, alat mengalami gangguan sehingga dua lembar tiket tercetak sekaligus dengan data yang sama.
Saat itu mesinnya error. Sekali cetak langsung keluar dua lembar tiket dengan data yang sama. Ini murni kesalahan teknis. Sebenarnya saya ingin mengembalikan dana untuk satu bus tersebut, tapi belum memahami alur kebijakannya,” ungkapnya seraya menyampaikan permohonan maaf.
Meskipun sudah ada penjelasan, kasus ini masih menyisakan tanda tanya. Apakah benar semata-mata gangguan mesin, atau justru ada oknum yang memanfaatkan celah sistem.
Publik berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Sebab selain berdampak pada kepercayaan wisatawan, ketepatan pencatatan retribusi juga berkaitan erat dengan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata yang menjadi andalan Gunungkidul.
Hingga berita ini ditulis, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini maupun langkah perbaikan yang akan diambil.
[Supri/bindiy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here