Polri Ungkap Wajah Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS
Polri ungkap wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus

Beritainternusa.com,Jakarta – Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur berharap dibentuknya tim pencari fakta (TPF) independen dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Hal ini harus dibongkar sampai akar-akarnya sesuai dengan perintah presiden Prabowo. Oleh karena itu, kita memerlukan tim pencari fakta independen seperti peristiwa Munir, agar apa? Agar segala hal kemungkinan keterlibatan dan perintah komando lebih tinggi bisa diungkapkan secara baik,” kata dia kepada awak media, Selasa (24/3/2026).

Menurut Isnur, dengan dibentuknya TPF independen, dapat menggali lebih dalam faktor penyebab para pelaku menyerang Andrie Yunus, lantaran tak ada keterikatan terhadap sebuah lembaga yang bisa mempengaruhi masalah psikologis maupun komunikasi dalam mengusut tuntas kasus ini.

Polisi sedang menyelidiki, tiba-tiba Danpuspom mengungkapkan tersangkanya. Ini ada problem menurut saya,” jelas dia.

Isnur memandang, peristiwa yang menimpa Andrie Yunus bukanlah sebuah kasus biasa. Apalagi diduga empat orang perwira TNI yang bertugas di Badan Intelijen Strategis (BAIS) terlibat di dalamnya.

Jadi ini adalah sebuah skandal besar serangan terhadap pegiat demokrasi, pembela hak asasi manusia,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan, belum ada status hukum terhadap 4 prajurit TNI dari satuan BAIS yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus (AY). Menurut Aulia, mereka masih diperiksa intensif oleh Puspom TNI.

Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap 4 personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan,” ujar Aulia melalui pesan singkat diterima, Selasa (24/3/2026).

Untuk diketahui, TNI sudah menahan empat orang anggota yang diduga terlibat dalam penyerangan Andrie Yunus. Empat anggota TNI yang diamankan berasal dari BAIS yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES.

Aulia meminta, semua pihak bisa bersabar dalam pengungkapan kasus yang terjadi pada 12 Maret 2026 tersebut.

Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh Penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” katanya.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus merupakan tindakan terorisme dan biadab. Prabowo menegaskan insiden tersebut harus diusut hingga tuntas.

Ya pasti lah, ini terorisme, ya kan? Tindakan biadab. Harus kita kejar, harus kita usut, harus kita usut,” kata Prabowo saat melakukan diskusi bersama jurnalis, pakar, dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, sebagaimana disiarkan di YouTube Liputan6, Kamis (19/3/2026).

Kepala Negara memastikan pengusutan kasus tersebut tak hanya berhenti di pelaku lapangan saja, namun juga pihak yang mendalanginya dan membiayainya. Prabowo menjamin kasus tersebut akan diusut tanpa pandang bulu, termasuk apabila ada keterlibatan aparat.

Siapa yang nyuruh, siapa yang bayar. Ya jelas dong. Saya menjamin,” tegasnya.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here