:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330585/original/084448100_1756363737-0d4b7b9f-2186-499f-8708-cd1da8ae1b51.jpeg)
Beritainternusa.com,Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan akan mencabut bantuan pendidikan berupa Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi penerima yang terbukti terlibat kerusuhan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menyatakan pencabutan hanya akan dilakukan setelah adanya putusan hukum tetap.
Tentu saja, kami tidak akan gegabah. Kami akan menunggu sampai proses hukumnya berkekuatan tetap,” ujar Nahdiana di Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Ia menekankan, sekolah diminta aktif memberikan pembekalan, pendampingan, serta pembinaan agar peserta didik tidak terlibat aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Kami mengajak semua pihak, baik sekolah, orang tua maupun masyarakat, untuk bersama-sama membimbing dan mendampingi anak-anak kita agar mereka bisa menyalurkan pendapat secara konstruktif,” katanya.
Nahdiana menambahkan, Disdik DKI tidak akan mencabut KJP Plus atau KJMU hanya karena peserta didik mengikuti aksi penyampaian pendapat. Pencabutan baru diberlakukan apabila terbukti ada tindak pidana.
Penyampaian pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk peserta didik. Tugas kita adalah membekali dan mendampingi mereka agar mampu menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Disdik DKI memberikan kewenangan sekolah untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai kondisi di lapangan.
Keselamatan anak-anak kita menjadi prioritas. Karena itu, kami mengizinkan sekolah untuk menerapkan PJJ sesuai kondisi di lapangan,” kata Nahdiana.
Selain itu, setiap sekolah juga diminta memperkuat komunikasi dengan orang tua murid agar perkembangan situasi dapat dipahami dan diantisipasi bersama.
Sebelumnya, sebanyak 1.240 orang diamankan buntut unjuk rasa yang berakhir ricuh di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyebut, mayoritas orang itu justru berasal dari luar Jakarta.
Polda Metro Jaya dari mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya, yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta. Ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa dari Banten,” kata Asep Edi di Balaikota, Senin (1/9/2025).
Massa yang diamankan beragam, mulai dari pelajar STM, mahasiswa, guru, hingga warga yang ikut-ikutan. “itu yang kami rekap mulai tanggal 25 sampai tanggal 29 kemarin,” ucap dia.
Asep menegaskan pihaknya juga mengincar aktor intelektual sekaligus provokator di balik aksi pembakaran halte dan perusakan fasilitas umum.
Dan yang untuk melakukan aksi perusakan atau penjarahan kami sudah mendeteksi, sudah tinggal tunggu saja kita akan melakukan upaya tindakan tegas, penangkapan, mohon doanya semuanya bisa berjalan baik,” ucap dia.
Asep menambahkan, instruksi sudah jelas datang dari Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI. Aparat TNI-Polri tak segan menindak tegas aksi anarkis, sementara penyampaian pendapat secara damai tetap dihormati.
Namun bagi yang menyampaikan pendapat secara damai itu adalah tidak bermasalah tidak masalah mudah-mudahan ke depan kota Jakarta akan semakin aman damai ” ujar dia.
[Admin/lpbin]