Home Blog Page 19

Seorang Kiai Di Ponorogo Dilaporkan Ke Polisi Atas Dugaan Kasus Pencabulan Terhadap Santri

0
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Ponorogo – Kasus dugaan pencabulan terhadap santri yang dilakukan oleh seorang kyai kembali terjadi.  Kasus dugaan pencabulan terhadap santri laki-laki mencuat di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jawa Timur.

Seorang kiai dilaporkan ke polisi atas dugaan perbuatan asusila terhadap sejumlah santri yang masih di bawah umur, kemarin (18/5/2026).

Kasatreskrim Polres Ponorogo Imam Mujali membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan tersebut. Polisi langsung bergerak melakukan pengecekan ke lokasi.

Informasi awal, beberapa anak di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan. Benar, kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Ponorogo,” kata Imam.

Penyidik saat ini masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan maupun bukti-bukti terkait laporan tersebut.

Polisi juga belum dapat memastikan jumlah korban dalam kasus tersebut. Namun, sejumlah korban telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Masih kami dalami jumlah korbannya berapa, karena laporannya baru masuk tadi pagi (kemarin, Red),” ungkapnya.

Pihaknya turut melakukan penyelidikan di wilayah Jambon untuk memastikan identitas dan keterlibatan terlapor. Terduga pelaku juga telah dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi.

Disinggung terkait kronologi kejadian, Imam belum dapat membeberkan lebih rinci, termasuk identitas pihak yang terlibat.

Masih kami lakukan konfirmasi dan koordinasi. Nanti setelah pendalaman selesai akan kami sampaikan lebih lanjut,” tandasnya.

[ Admin/rmbin]

KPK Geledah Rumah Pengusaha Kaya Di Pacitan Jawa Timur

0
Rumah Citra Margareta di Pacitan Digeledah KPK, Akui Pernah Pinjami Uang Sugiri Sancoko
KPK geledah rumah pengusaha kaya di Pacitan Jawa Timur

Beritainternusa.com,Pacitan – Pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mulai merembet ke Pacitan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pengusaha asal Pacitan, CM (31) di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Senin (18/5/2026).

Penggeledahan berlangsung sekitar tiga jam. Beberapa petugas KPK tampak keluar masuk rumah mewah bercat cokelat milik pengusaha perempuan tersebut.

Usai penggeledahan, CM mengaku pernah memberikan pinjaman uang kepada Sugiri Sancoko.

Karena ada pengembangan dari TPPU-nya Pak Giri. Kebetulan dulu saya mengutangi Pak Giri,” ujarnya kepada awak media.

Menurut CM, hubungan dengan Sugiri hanya sebatas utang piutang. Dia mengklaim tidak mengetahui asal uang yang dipakai Sugiri untuk membayar pinjaman tersebut. Yang saya tahu dia bayar utang ke saya,” katanya.

CM menyebut transaksi pinjaman dilakukan melalui adik Sugiri, Eli Widodo, dengan perantara mantan Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Sakundoko.

Menurut pengakuannya, pinjaman tersebut digunakan untuk kebutuhan Pilkada. Pinjamnya untuk Pilkada,” ungkapnya.

Meski demikian, dia membantah terlibat dalam pengurusan proyek maupun mutasi jabatan. Saya murni mengutangi dengan bunga 10 persen,” tegasnya.

Dalam penggeledahan itu, petugas KPK disebut tidak menemukan barang bukti terkait perkara TPPU.

Petugas hanya membawa satu unit telepon genggam milik CM untuk kepentingan pemeriksaan. Cuma HP saya dipinjam petugas KPK,” ujarnya.

CM juga mengaku telah menerima surat panggilan pemeriksaan dari KPK untuk hadir di Surabaya pada 25 Mei mendatang.

CM mengeklaim dirinya tidak terkait perkara TPPU yang kini dikembangkan KPK. Justru saya kehilangan uang karena pinjaman itu belum lunas,” tandasnya.

[Admin/rmbin]

Gara-Gara Nunggal Cicilan Motor Seorang Pria Di Sekap Di Showroom Kawasan Cakung

0
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Jakarta – Motif penyekapan dan penganiayaan terhadap RNA (29) di lantai dua showroom kawasan Cakung, Jakarta Timur terungkap.

Hal itu diketahui setelah polisi menangkap dua pelaku. Dugaannya karena korban telat bayar cicilan motor hingga dua bulan.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Arsya Khadafi mengatakan korban menunggak cicilan motor PCX. Korban wajib membayar angsuran Rp 1.670.000 per bulan.

Terus telat bayar 2 bulan,” kata Arsya kepada wartawan, Senin (18/5/2026). Total tunggakan korban mencapai Rp 3.340.000. Pelaku lalu menculik korban dan menyekapnya selama dua hari di showroom itu. Disekap 2 hari, iya korban dianiaya selama disekap,” ucap Arsya.

Sebelumnya, kasus itu terbongkar setelah polisi menerima laporan lewat hotline WhatsApp “Bang Resmob”. Dalam aduan, korban disebut mengalami penculikan, penyanderaan, dan pengeroyokan.

Unit 3 Satresmob Bareskrim Polri laksanakan lidik terhadap peristiwa dimaksud,” kata Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi, Minggu (17/5/2026).

Tim dipimpin AKBP Reinhard H Nainggolan langsung bergerak ke lokasi. Korban RNA (29) ditemukan pada Kamis, 14 Mei 2026.

Polisi lalu mengamankan dua terduga pelaku, AB dan R. Keduanya langsung dibawa untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari lokasi, polisi menyita tiga handphone milik terduga pelaku. Polisi juga mengamankan surat pernyataan yang berkaitan dengan perkara itu.

Usai pemeriksaan awal, kasus diserahkan ke Polsek Cakung, Polres Metro Jakarta Timur. Unit 3 Satresmob Bareskrim Polri bergerak cepat menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat,” tandas Arsya.

[Admin/lpbin]

Polisi Berhasil Bubarkan Kelompok Remaja Hendak Tawuran Di Jakarta Barat, Celurit Hingga Sinte Disita

0
Polisi berhasil membubarkan sekelompok remaja yang hendak tawuran di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar)
Petugas amankan senjata tajam yang hendak digunakan untuk tawuran

Beritainternusa.com,Jakarta – Polisi berhasil membubarkan sekelompok remaja yang hendak melakukan tawuran di Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar). Sejumlah barang bukti senjata tajam (sajam) berupa celurit hingga tembakau sintetis (sinte) berhasil disita petugas.

Polsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur tiga pilar tengah melakukan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (16/5/2026) malam. Patroli menyasar sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Saat melakukan patroli, petugas mendapati sejumlah remaja yang sedang berkumpul dan nongkrong di lokasi tersebut,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro Jakarta Barat Kompol Nur Aqsha Ferdianto dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Namun ketika petugas menghampiri untuk melakukan pemeriksaan, para remaja tersebut langsung melarikan diri. Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, petugas menemukan dua bilah senjata tajam jenis celurit dan satu senjata mainan jenis klewang yang disembunyikan di sebuah bangunan kosong.

Selain itu, petugas juga menemukan narkoba jenis tembakau sintetis (sinte),” ucapnya.
Kompol Nur Aqsha Ferdianto mengatakan patroli KRYD bersama tiga pilar rutin dilaksanakan. Hal ini sebagai langkah preventif guna menciptakan situasi wilayah yang aman serta mewujudkan zero tawuran di wilayah Kebon Jeruk.

Kegiatan patroli ini kami lakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan jalanan seperti tawuran, begal, curat, curas, curanmor hingga aksi geng motor,” ucapnya.

Dia menambahkan, keberhasilan petugas menemukan senjata tajam dan narkoba tersebut menjadi bukti pentingnya patroli kewilayahan dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Polsek Kebon Jeruk mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan maupun tindak kriminal melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

[Admin/dtbin]

Polisi Berhasil Bekuk Pelaku Kejahatan Ganjal ATM Di Tangerang

0
Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan

Beritainternusa.com,Tangerang – Polisi berhasil menangkap dua pelaku ganjal ATM, AA (30) dan HE (42), saat beraksi di sebuah minimarket di Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis 14 Mei 2026.

Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan bermula saat korban berinisial PS (32), warga Desa Kubang Puji, melaporkan uangnya di tabungan raib.

Ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan uang tabungan sebesar Rp 139 juta setelah menjadi korban pencurian dengan modus ganjal kartu ATM,” ungkap Andri kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Menurut Andri, korban hendak mengambil uang di ATM sebuah minimarket dekat rumahnya. Namun kartunya tidak bisa digunakan, karena panik, PS kemudian meminta tolong ke orang terdekat, kemudian diarahkan untuk menyebut angka PIN kartunya.

Karena tetap tidak bisa diambil kembali kartu ATM-nya, korban kemudian pulang ke rumah. Setelah tiba di rumah, korban baru menyadari uang tabungannya di rekening bank sebesar Rp 139 juta telah raib.

Berbekal laporan tersebut dan hasil olah TKP, Satreskrim Polres Serang kemudian melakukan penyelidikan dan mengetahui lokasi pelaku

Pembuntutan pun dilakukan, hingga berhasil menangkap AA dan HE yang merupakan warga Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Hingga akhirnya kedua pelaku ganjal ATM bisa ditangkap di Tangerang. Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa alat-alat yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian dengan modus ganjal kartu ATM,” jelasnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, keduanya sudah 15 kali beraksi di wilayah hukum Polres Serang dan 10 kali di wilayah Tangerang.

Satreskrim Polresta Serang setidaknya menyita 50 kartu ATM milik para korban yang sudah ditarik uangnya, gergaji besi, hingga sepeda motor yang digunakan untuk kedua tersangka bepergian.

Dari pengakuan tersangka, masih ada satu pelaku lainnya yang saat ini masih berada di luar dan dalam pengejaran petugas,” ujar Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady.

[Admin/lpbin]

Pakar Hukum Pidana: Alasan Indonesia Jadi Pasar Empuk Kejahatan Judi Online Karena Warganya Mudah Terpancing

0
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Jakarta – Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar mengungkap beberapa alasan mengapa Indonesia seolah menjadi sasaran empuk bagi praktik kejahatan judi online (judol) internasional di mana sejumlah warga negara asing (WNA) diduga turut terlibat.

Menurut Fickar, alasan pertama adalah jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar. Menurut data Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) per 30 Juni 2025, jumlah penduduk Indonesia adalah 286.693.693 jiwa, sebagaimana dikutip dari laman disdukcapil.okukab.go.id.

Fickar menyebut, jumlah pengguna handphone (HP) di kalangan penduduk Indonesia yang semakin banyak, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak, juga menjadi alasan mengapa kejahatan judi online menyasar ke Indonesia.

Penduduk kita yang sangat banyak ini menjadi pasar yang menarik bagi para pelaku kejahatan perjudian online ini,” kata Fickar, dalam program Sindo Sore, Senin (11/5/2026).

Karena apa? Karena banyaknya penduduk kita dan angkatan kerja. Bahkan, sekarang ada semacam pergeseran, yang menguasai handphone itu tidak melulu orang yang sudah dewasa, tapi mereka yang pendidikannya SD pun, mulai kelas 4–5 SD, sudah mengerti. Bahkan, kelas 1–2 SD juga sudah bisa main handphone. Cuma soalnya sudah ngerti atau belum soal judi.”

Jadi sebenarnya Indonesia ini menjadi ladang yang menarik karena banyaknya orang, kemudian juga berdasarkan data internasional, penguasaan atau peredaran handphone itu tercatat lebih banyak.”

Kata Fickar, Indonesia menjadi sasaran empuk sindikat kejahatan judol internasional lantaran karakter masyarakatnya yang mudah ‘dipancing’ godaan permainan undi nasib atau untung-untungan tersebut.

Yang juga bisa menjadi indikator, sebenarnya banyak orang Indonesia itu cuma dipancing sedikit saja pasti mereka akan ikut bermain [judol],” papar Fickar.

Tidak pakai handphone saja, judi di Indonesia itu mobil lewat saja bisa dijudikan. Maksud saya, insting manipulatif dalam jiwa orang-orang Indonesia itu menurut saya sangat besar, bisa dirangsang dengan teka-teki silang, dengan teka-teki yang berhadiah, dan sebagainya. Itu juga bisa dipancing. Karena itu, Indonesia menjadi pasar yang subur, pasar yang menarik bagi para penjahat judi.”

Lebih lanjut, Fickar menilai para WNA yang jadi pemain atau bagian dari sindikat kejahatan judol internasional secara terorganisir, juga menjadi indikasi bahwa Indonesia memang jadi pasar yang empuk.

Banyak pemain asing atau penjahat asing, walaupun mungkin dikoordinasikan, mereka kan tidak datang sendiri. Itu sudah mengindikasikan bahwa Indonesia memang tempat yang menarik bagi berkembangnya upaya-upaya yang bersifat manipulatif, termasuk di dalamnya perjudian,” tutur Fickar.

Sebagai informasi, pihak kepolisian telah mengungkap kasus judol yang melibatkan warga negara asing (WNA) berskala besar di dua tempat berbeda, yakni:

Pada Sabtu (9/5/2026) lalu, Bareskrim Polri menggerebek Gedung Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Taman Sari, Jakarta Barat yang belakangan diketahui menjadi markas operasional judol oleh ratusan warga asing.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa operasional ini dilakukan secara terorganisir dengan sasaran korban hingga ke luar negeri.

Dari para pelaku yang berhasil kita amankan berjumlah 321 orang,” ujar Wira saat konferensi pers di lokasi.

Dari total 321 tersangka, sebanyak 320 orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan hanya satu orang tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). 

Sindikat besar ini didominasi oleh 228 warga negara Vietnam dan 57 warga negara China, serta melibatkan belasan operator dari negara tetangga seperti 13 warga negara Myanmar, 11 warga negara Laos, 5 warga negara Thailand, hingga masing-masing 3 warga negara Malaysia dan 3 warga negara Kamboja.

Dalam operasi tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti mulai dari brankas, paspor, hingga tumpukan perangkat elektronik. Polisi juga menemukan 75 domain dan situs web yang aktif digunakan untuk aktivitas perjudian.

Uang tunai rupiah yang disita mencapai Rp1,9 miliar, sedangkan mata uang asing dari beberapa negara masih dalam penghitungan,” tambah Wira. Diketahui, server situs-situs tersebut berada di luar negeri untuk menghindari deteksi awal.

Jajaran Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penggerebekan di kawasan pertokoan Sukajadi, Batam pada Senin (11/5/2026) malam.

Dalam aksi penggerebekan ini, puluhan WNA diamankan. Mereka diduga kuat terlibat dalam praktik love scamming hingga judi online.

Love scamming sendiri merupakan jenis penipuan daring (online/dalam jaringan) di mana pelaku memalsukan identitas dan membangun hubungan romantis atau emosional dengan korban untuk kemudian memeras uang atau meraup keuntungan lainnya.

Sementara itu, belasan perangkat alat elektronik meliputi alat pencahayaan, komputer, CPU, dan perlengkapan lain yang turut diamankan oleh pihak kepolisian telah dikumpulkan di Gedung Ditreskrimsus Polda Kepri, Selasa (12/5/2026) siang.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Arif Mahari membenarkan penangkapan itu. Namun dia belum dapat merinci hasil penindakan lantaran masih penyelidikan.

Berkaitan kejahatan siber, puluhan WNA dari lokasi kita amankan. Masih jalani pemeriksaan lanjutan,” ujar AKBP Arif Mahari. 

Arif mengatakan, hasil penindakan akan segera dirilis. Menurut informasi yang dihimpun, ada 24 WNA yang ditangkap berkebangsaan Tiongkok.

Para WNA ini diduga melancarkan aksi kejahatan siber mulai dari love scamming hingga judi online dengan permainan lotere, dominan mereka berperan sebagai operator. 

[Admin/tbbin]

 

Polisi Berhasil Tangkap Dua Pelaku Pencurian Motor Di Tangerang

0
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Tangerang – Jajaran Unit Reskrim Polsek Kelapa Dua, Tangerang berhasil menangkap dua orang terduga pelaku pencurian motor berinisial JE (32) dan SE (23).

Keduanya ditangkap saat tengah melancarkan aksinya di area parkir Alfamart, Jl Raya Kelapa Dua, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku diketahui merupakan komplotan asal Jabung, Lampung, yang nekat beraksi di siang bolong, Selasa (5/5/2026).

Kapolsek Kelapa Dua, AKP Rokhmatulloh, mengatakan penangkapan bermula saat petugas melakukan patroli tertutup di sejumlah lokasi rawan kriminalitas.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, tim Opsnal Reskrim melakukan penyelidikan dan melihat dua orang mencurigakan sedang beraksi. Satu pelaku mendorong sepeda motor target, sementara rekannya menunggu di atas motor,” ujar AKP Rokhmatulloh saat memberikan keterangan di Mapolsek Kelapa Dua, dikutip Selasa (12/5/2026).

Petugas yang sudah mengintai gerak-gerik pelaku langsung melakukan penyergapan. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan alat bukti yang biasa digunakan untuk mencuri motor.

Kami melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kedua orang yang dicurigai tersebut, dan didapati satu set kunci letter T di dalam tas yang mereka bawa,” ucap Kapolsek.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Kelapa Dua guna proses hukum lebih lanjut. 

Polisi menyebut pengungkapan kasus ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang berani melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Kapolsek mengucapkan terima kasih kepada petugas keamanan dan warga sekitar yang membantu pihak kepolisian.

Informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berarti sebagai petunjuk bagi kami dalam memberantas pelaku curanmor di wilayah Kelapa Dua,” tegasnya.

Guna mencegah kejadian serupa, Polsek Kelapa Dua mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan.

Masyarakat disarankan untuk selalu menggunakan kunci pengaman tambahan. Selain itu, warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan Polisi 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal atau tempat umum.

[Admin/tbbin]

Diduga Jual Miras Sebuah Warung Di Dekat Puspemkab Tangerang Digeruduk Warga

0
Ilustrasi
Beritainternusa.com,Tangerang – Sebuah warung yang berlokasi di dekat Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang Banten digerudk warga karena diduga menyediakan minuman keras. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan akan membongkar warung atau kafe yang diduga menyediakan layanan hiburan musik itu.

Warga mendatangi warung miras itu pada Selasa (12/5/2026) malam. Warga menyampaikan mereka resah dengan keberadaan warung yang tak berizin tersebut.

Kombes Indra pun datang menemui massa yang sudah marah. Ia menyampaikan akan segera menindaklanjuti aspirasi warga Tangerang dengan berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang. Malam ini kita akan police line, besok kita bongkar,” ujar Indra Waspada.

Warga menyepakati kebijakan dari Kapolresta Tangerang. Polisi pun langsung memasang garis polisi agar warung miras itu tak beroperasi.

Indra Waspada menerangkan sudah berkomunikasi dengan Satpol PP yang memiliki kewenangan dalam penertiban. Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kamtibmas dan tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Usai digaris polisi, massa meninggalkan lokasi penggerebekan dengan tertib. Indra menegaskan polisi akan terus merespons setiap keluhan masyarakat.

[Admin/dtbin]

Bareskrim Polri Berhasil Bongkar Peredaran Narkoba Di Ciledug Kota Tangerang

0
Kurir Vape Narkoba Ditangkap
Tampang pengedar narkoba yang ditangkap polisi

Beritainternusa.com,Tangerang – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri kembali membongkar peredaran narkoba di wilayah Kota Tangerang. Dalam operasi di Ciledug, Kota Tangerang, tim Subdit II Dittipidnarkoba menangkap seorang tersangka dan menyita puluhan vape berisi narkotika jenis etomidate.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya peredaran narkotika jenis etomidate melalui jasa pengiriman online. Tim Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Awaludin Amin menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi, pada Selasa (12/5/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi tersebut tim mencurigai seseorang yang mengambil paket dari driver dan berhasil mengamankan diduga pelaku yang bernama Santoso (47) di perumahan wilayah Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten,” jelas Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria bernama Santoso, yang diduga merupakan kurir sekaligus pengedar dalam jaringan ini. Polisi juga mengamankan barang bukti paket berisi 98 unit cartridge mengandung etomidate yang dikemas rapi dalam kardus berlakban hitam.

Tim selanjutnya melakukan pengembangan dan menggeledah kamar kos tersangka. Di sana, petugas kembali menemukan barang bukti yakni 4 plastik klip berisi 2 gram sabu, timbangan digital, serta alat isap (bong).

Berdasarkan pengakuan tersangka, dia mengaku bahwa seluruh barang haram tersebut dikirim oleh seseorang berinisial L, yang saat ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” imbuhnya.

Tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari L dengan sistem tempel untuk konsumsi pribadi dan stok. Sementara paket etomidate diperintahkan untuk diserahkan kembali kepada seseorang di wilayah Tangerang sesuai instruksi L.

Dalam pemeriksaan polisi, tersangka mengaku ini bukan pertama kalinya dia bertugas menjadi kurir narkoba. Sebelumnya, ia sudah dua kali menerima kiriman paket serupa dengan total 150 cartridge.

Untuk setiap pekerjaan yang dilakukan, Santoso dijanjikan upah sebesar Rp 1 juta,” imbuhnya.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi terus melakukan pengembangan di lapangan guna memburu inisial L dan memutus mata rantai jaringan peredaran narkotika ini hingga tuntas.

[Admin/dtbin]

Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Turunkan Robot Untuk Pemadaman Api Di Pergudangan Kalideres

0
Kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin malam 11 Mei 2026.
Penampakan api di pergudangan Miami Kalideres

Beritainternusa.com,Jakarta – Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat (Sudin Gulkarmat Jakbar) menurunkan robot untuk memadamkan api yang membakar gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin malam 11 Mei 2026.

Operasi robot pemadam dilakukan menyusul potensi gas beracun dari material yang terbakar dalam bangunan, yakni botol-botol berisi bahan kimia atau gas.

Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” ujar Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakbar Syaiful Kahfi, Selasa (12/5/2026).

Namun demikian, lanjut dia, operasi robot pemadam yang membutuhkan tekanan air tinggi membuat unit itu harus ditarik setelah setengah jam beroperasi. Pemadaman pun kembali dilanjutkan secara manual.

Nanti mungkin saat proses pendinginan, unit robotiknya baru kita mainkan lagi,” tutur Syaiful.

Syaiful mengatakan, potensi gas berbahaya dari asap kebakaran pun membuat petugas pemadam mengenakan masker khusus saat melalukan pemadaman manual. Selain robot pemadam, lanjut Saiful, pihaknya juga mengoperasikan nozzle dari berbagai sisi pergudangan yang terbakar.

Meskipun terkendala sumber air, strategi ini efektif untuk mencegah api merembet ke arah bangunan lain,” ucap dia.

Jadi, kita memadamkan dari berbagai sisi secara maksimal. Ada penembakan dari dua nozzle di titik tersebut, dua nozzle di tengah, dua nozzle di samping, dan dua nozzle di depan. Kurang lebih total ada 10 nozzle yang kita operasikan,” sambung Saiful.

Pihaknya menerjunkan total 25 unit mobil pemadam dan 125 personel dengan gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Total ada 22 unit dari Jakarta Barat dan 3 unit dari Jakarta Utara. Karena ada warga yang melapor juga ke Kantor Sektor Kamal, jadi mereka memberangkatkan lebih dulu tiga unit yang posisinya persis berada di belakang lokasi,” terang Saiful.

Belum dapat dipastikan apakah bangunan-bangunan gudang yang terbakar tersebut merupakan satu kesatuan atau milik pihak yang berbeda,” sambung dia.

Kendati demikian, Saiful memastikan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden ini.

Untuk sementara nihil, tidak ada korban. Mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” papar Syaiful.

Ledakan beruntun dalam kebakaran sejumlah gudang di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) malam, berasal dari banyaknya botol berisi bahan kimia dan gas dalam bangunan.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, botol-botol itu tersambar api sehingga meledak di tengah kebakaran.

Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Seperti tadi, banyak terjadi ledakan. Ledakannya itu berasal dari barang-barang kecil, seperti botol tiner, tapi mungkin bukan tiner. Awal-awal memang banyak sekali ledakan,” kata Syaiful kepada wartawan di lokasi Senin malam 11 Mei 2026.

Ledakan-ledakan itu, kata dia, melontarkan botol-botol ke udara, sehingga pihaknya menyadari adanya potensi gas beracun dari asap kebakaran. Tak ayal, petugas mengenakan masker khusus saat melakukan pemadaman manual.

Kalau dilihat, banyak lontaran-lontaran benda seperti botol parfum atau gas kecil yang terlempar ke atas. Asapnya juga kita belum tahu mengandung bahan kimia atau racun apa. Oleh karena itu, anggota yang masuk ke dalam wajib memakai alat bantu pernapasan,” pungkas Syaiful.

[Admin/lpbin]

;