:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506071/original/024971600_1771405217-InShot_20260218_142327528.jpg)
Beritainternusa.com,Jakarta – Sebagai upaya untuk memperkuat pengawasan dan respons cepat terhadap gangguan ketertiban, salah satunya aksi premanisme Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyiapkan pembentukan posko pengawasan terpadu bersama aparat TNI dan Polri.
Terlebih marak aksi premanisme yang terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat belakangan menjadi sorotan usai ramai di media sosial.
Ada beberapa upaya seperti mendirikan posko bersama tiga pilar, TNI dan Polri serta Satpol PP,” kata Kasatpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan kepada awak media, Minggu (12/4/2026).
Satriadi menjelaskan, saat ini pihaknya masih menunggu laporan teknis dari jajaran di kawasan Tanah Abang terkait konsep dan titik lokasi pendirian posko tersebut.
Ia menegaskan, penanganan premanisme di DKI Jakarta tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Oleh karenanya, koordinasi lintas sektor terutama dengan pihak kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan padat aktivitas seperti Tanah Abang.
Ya memang kolaborasinya itu yang paling penting sih sebenarnya antara tiga pilar itu ya, kepolisian, Satpol PP, TNI, ya Dishub juga termasuk, Lurah, Camat, RT, RW semuanya ya harus sama-sama gitu loh,” ucapnya.
Menurut dia, potensi gangguan ketertiban di kawasan Tanah Abang tergolong cukup tinggi. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan besar dengan aktivitas masyarakat yang padat.
Kalau Tanah Abang itu kan memang dia pusat perdagangan se-Asia Tenggara paling terbesar kan, di situ namanya proses niaga kan, pasti ada potensi-potensi ya kerawanan terhadap keamanan, ketertiban, itu pastilah paling tinggi di situ,” kata Satriadi.
Meski begitu, ia menilai kondisi keamanan di Jakarta secara umum masih relatif kondusif. Satpol PP, kata dia, terus mendorong upaya pencegahan gangguan ketertiban melalui sejumlah langkah meliputi patroli, koordinasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Sebenarnya yang penting respons cepat kita sih, tapi ya antisipasi sebenarnya ya kembali lagilah kesadaran masyarakatnya yang harus ditingkatkan,” ujar dia.
[Admin/lpbin]

