Beritainternusa.com,Jakarta – Analis politik Adi Prayitno menilai pihak eksternal belum tentu bisa memanfaatkan penetapan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk mengintervensi partai banteng tersebut.
“Sulit bagi PDIP diintervensi pihak luar,” kata Adi, dikutip dari Kompas, Kamis (26/12/2024).
Ia mengatakan, PDIP merupakan partai yang dikenal dengan militansi dan soliditas kadernya ketika menghadapi tekanan dari luar. Meski demikian, ia mewanti-wanti agar partai besutan Megawati Soekarnoputri itu merapatkan barisan agar tidak diacak-acak oleh pihak tertentu.
Mesti solidkan barisan supaya PDIP tetap kokoh dari upaya obok-obok pihak manapun,” ujar Adi.
Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai tidak ada pihak yang diuntungkan dari penetapan Hasto sebagai tersangka, kecuali pihak-pihak yang tidak menyukainya.
Selain itu, persoalan hukum ini juga menimbulkan persepsi negatif terhadap partai, meskipun kasus Hasto hanya terkait dugaan suap.
Elite manapun yang berurusan dengan (KPK) pasti citranya tak baik. Meski kasus Hasto ini sebatas soal urusan suap menyuap, bukan korupsi yang merugikan uang negara,” ujar Adi.
Sebelumnya, Hasto ditetapkan sebagai tersangka kasus suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 serta perintangan penyidikan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan KPK memiliki bukti bahwa Hasto bersama orang kepercayaannya terlibat suap yang diberikan eks Caleg PDIP Harun Masiku kepada eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Sebagian suap Harun Masiku itu diduga bersumber dari Hasto. Selain itu, ia juga diduga menggagalkan operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang hendak menciduk Harun.
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional, Ronny Talapessy menyebut penetapan tersangka ini menunjukkan partainya sedang diacak-acak. Hal ini sekaligus mengkonfirmasi pernyataan Megawati yang menyebut PDIP akan diganggu menjelang kongres tahun depan.
[Admin/itbin]


