Beritainternusa.com,Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menilai bahwa keputusan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memperbanyak jumlah kementerian merupakan langkah untuk merangkul berbagai pihak, sesuai dengan prinsip persatuan yang selalu ia tekankan.
Ini kabinet yang sengaja diperbesar oleh Pak Prabowo agar semua pihak bisa mendapat tempat di dalamnya. Prinsip Prabowo selalu mengedepankan persatuan,” ujar Rocky dalam kanal YouTube pribadinya pada Rabu (16/10/24).
Namun, Rocky juga memperingatkan bahwa kabinet yang terlalu besar cenderung lamban dalam bergerak dan melakukan manuver politik.
Dengan struktur yang gemuk, kabinet ini tentu akan kurang lincah dalam bergerak. Penambahan kementerian tentu berdampak pada anggaran yang harus disiapkan,” tambahnya.
Selain itu, Rocky juga menyoroti potensi penambahan posisi lain seperti Wakil Menteri dan staf pendukung lainnya.
Hal ini, menurutnya, akan semakin memperbesar biaya operasional pemerintahan, baik untuk fasilitas menteri maupun kebutuhan lainnya.
Anggaran pemerintah akan terpaksa diperbesar untuk mempertahankan struktur yang besar ini. Jadi, pada akhirnya, kabinet ini akan boros dalam penggunaan anggaran,” ujarnya.
Rocky mengungkapkan bahwa jika pemerintah ingin berhemat, langkah ini justru bertolak belakang.
Struktur kabinet yang lebih ramping dianggapnya lebih ideal untuk penghematan anggaran.
Kalau niatnya ingin berhemat, tentu ini bukan langkah yang tepat. Struktur kabinet yang gemuk seperti ini justru akan sangat boros,” tegasnya lagi.
Perdebatan mengenai ukuran kabinet ini tentu akan terus berlanjut, terutama mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini.
Pemerintahan baru diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dengan efisiensi dan kebijakan yang tepat, tanpa memperbesar beban anggaran negara.
[Admin/itbin]

