Babak Baru Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip: Korban dan Pelaku Sepakat Tempuh Kekeluargaan
FIB UNDIP gelar pertemuan dengan pengacara Arnedo dan pengacara para pelaku dugaan pengeroyokan

Beritainternusa.com,Semarang – Pengacara Arnendo, mahasiswa antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2024 yang menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan teman sejurusannya, Zainal Petir menemui Dekan FIB Undip, Alamsyah, Jumat (6/3/2026) sore.

Selain itu hadir pula tim pengacara dari puluhan mahasiswa yang terlibat kekerasan,

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat FIB Undip itu juga membahas polemik yang berkembang di kampus, termasuk dugaan pelecehan seksual yang disebut dilakukan Arnendo.

Dekan FIB Undip, Prof Dr Alamsyah, mengatakan pihak fakultas memfasilitasi pertemuan tersebut atas izin pimpinan universitas guna mencari jalan penyelesaian atas peristiwa yang terjadi.

Atas izin Bapak Rektor, Fakultas Ilmu Budaya melakukan fasilitasi terhadap kejadian baik itu dari diduga pelaku maupun diduga korban,” ujarnya.

Ia menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di lingkungan kampus tersebut dan berharap persoalan dapat segera selesai.

Pada prinsipnya kami menyampaikan rasa keprihatinan terhadap terjadinya peristiwa ini dan semoga peristiwa ini cepat selesai dan tidak terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

Menurut Alamsyah, pertemuan antara pihak korban dan pihak fakultas berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif.

Ternyata beliau berdua sangat welcome sekali. Tadi diskusinya sangat konstruktif dan positif dalam rangka mencari penyelesaian yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Ia menyebut terdapat kesepahaman bahwa persoalan yang terjadi akan diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan.

Akhirnya ada kesepahaman bahwa beliau berdua (Dua belah pihak) akan menyelesaikan secara kekeluargaan permasalahan yang terjadi di kampus ini,” jelasnya.

Alamsyah menegaskan pihak fakultas juga berharap para mahasiswa yang terlibat tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Mereka itu adalah anak-anak kami, generasi muda. Sebagai bapak kami mempunyai kewajiban untuk menjaga dan menaungi para mahasiswa itu dan semoga ke depan bisa berjalan dengan baik, mereka kembali ke Fakultas Ilmu Budaya melanjutkan studinya,” kata dia.

Terkait kemungkinan Arnendo melanjutkan kuliah tanpa mengalami trauma, Alamsyah menyebut pihak kampus akan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.

Kami bekerja berdasarkan regulasi. Tidak hanya Arnendo tetapi semua korban kami sangat berharap mereka bisa melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya,” ujarnya.

Kami berharap ketika para mahasiswa itu masuk kemudian diproses di pendidikan di fakultas kita, kemudian tentu bisa lulus, lulus tepat waktu, dan kami akan membantu bila mereka mengalami kesulitan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan pihak universitas telah membentuk dua tim untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara internal.

Tim Undip saat ini sudah membuat dua tim. Yang pertama adalah tim etik untuk melihat lebih jauh atau menyelidiki kasus dugaan penganiayaan, dan yang kedua adalah satgas kekerasan seksual,” ujarnya.

Satgas tersebut, kata dia, akan menampung laporan terkait dugaan pelecehan seksual yang sebelumnya telah muncul di media.

Satgas kekerasan seksual nanti terutama untuk menampung laporan yang kemarin sudah keluar di media, ada yang dilaporkan dugaan kasus pelecehan seksual,” jelasnya.

Ia menambahkan kedua tim tersebut saat ini masih bekerja untuk mendalami informasi yang ada.

Tim ini nanti akan bekerja. Saat ini sedang didalami kedua tim tersebut. Jadi kita tunggu saja hasilnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Nurul.

Terkait laporan dugaan pelecehan seksual, ia menyebut sejauh ini informasi yang beredar di media menyebut ada tiga orang yang melapor.

Sejauh ini di media ada tiga,” ujarnya. Pihak universitas juga meminta publik memberi waktu kepada tim yang telah dibentuk untuk melakukan penyelidikan internal. Kita hormati saja dan beri waktu untuk mereka,” pungkasnya.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here