Home Peristiwa Noel Akan Stop Dulu Berbicara Soal Partai K

Noel Akan Stop Dulu Berbicara Soal Partai K

Immanuel Ebenezer rompi oranye

Beritainternusa.com,Jakarta – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel mengaku akan stop berbicara soal partai K. Sebelumnya, mantan pimpinan ormas Prabowo Mania 08 ini lantang menyebut ada keterlibatan partai dalam kasus pemerasan sertikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang menyeretnya menjadi terdakwa.

Sebetulnya lidah gue udah mau ngomongin hari ini nih, mau gue kerucutin nih, K ini nih. Tapi jangan dulu komentar soal itu, katanya biar para elite ini tenang dulu. Perintahnya begitu,” kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/2/2026).

Saat ditanya, siapa pihak yang melarangnya untuk bersuara, Noel tutup mulut. Hanya saja dia memastikan sangat menghormati sosoknya hingga mengikuti perintahnya. Ada deh yang jelas orang ini saya hormati sekali,” jelas dia.

Saat dipertegas kapan Noel akan mengungkap identitas Partai K, dia memastikan hal itu akan menjadi fakta persidangan.

Saya untuk sementara tidak boleh berkomen soal itu, karena itu nanti sesuai fakta persidangan,” Noel menandasi.

Munculnya kode Partai K sudah diungkap Noel pada persidangan sebelumnya. Saat itu, Noel memberikan bocoran tentang Partai politik yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Dia menyebut ada satu partai yang terseret dalam pusaran kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 dan ada huruf K di dalam konsonan nama partai tersebut.

Kendati pun, dia belum mau menyebutkan lebih lanjut huruf “K” tersebut terletak di awal, tengah, maupun akhir nama partai dimaksud.

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer menyindir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengkritik para perilaku penyidik KPK dan operasi tangkap tangan (OTT) yang dipelesetkan menjadi Operasi Tipu-Tipu.

Hal itu disampaikan terdakwa kasus dugaan pemerasan penerbitan dan perpanjangan sertifikasi serta lisensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI ini sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). 

Operasi tipu-tipu. Operasi Tipu-Tipu yang dilakukan oleh para konten kreator yang ada di Gedung Merah Putih (kantor KPK),” ungkap Noel.

Sindiran itu disampaikan Noel lantaran dia merasa tertipu. Dia menceritakan, saat KPK menyebutnya terjaring OTT. Padahal dia datang ke kantor Kemnaker atas permintaan KPK. Ternyata, dia dijadikan tersangka. 

Mereka bilang, “Pak, datang, ke kantor.” “Mau ngapain?” saya bilang. Ada klarifikasi, mau dikonfrontir. Pas saya datang, paginya saya di-TSK-in (tersangka),” ucapnya.

Dia menceritakan hal lain. Yakni saat penyidik KPK menanyakan kendaraan milik Noel. Pak, mobil-mobil Bapak mana semuanya?” Saya kasih mobil saya. Besoknya saya di-framing 32 mobil hasil pemerasan.”

Tak hanya itu, Noel juga merasa digiring oleh para penyidik KPK. Suatu kali, Noel pernah diminta untuk kooperatif. Namun, justru dia merasa diframing melakukan pemerasan ratusan miliar. 

Pak, kooperatif saja, Pak. Nanti ini… bla bla bla-nya. Besoknya, saya di-framing Rp201 miliar hasil pemerasan Imanuel. Makanya kita mau lihat, pengusaha mana yang saya peras?” tegas Noel.

Dia menilai KPK terlalu politis dan bermain-main dengan hukum. Noel menyangsikan lembaga antirasuah masih layak disebut sebagai lembaga hukum. Makanya saya, pertanyaan saya, KPK ini lembaga hukum atau konten kreator?” imbuhnya.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

romabet romabet romabet
deneme bonusu veren siteler
betwinner melbet megapari megapari giriş betandyou giriş melbet giriş melbet fenomenbet 1win giriş 1win 1win