aksi unjuk rasa imbas kenaikan pajak bumi dan bangunan [pbb]/ berlangsung memanas

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Lautan massa terus mengalir ke depan Pendopo Kabupaten Pati.Massa tampaknya tak puas hanya menyuarakan aspirasi lewat pengeras suara di atas mobil komando. Mereka berulang kali menuntut Bupati Sudewo, keluar menemui. Namun, seruan itu tak juga dihiraukan. Suasana mulai memanas, emosi kian tersulut, hingga kericuhan pun tak terelakkan.

Massa mulai melempari petugas yang berjaga di dalam kompleks kantor bupati. Di sejumlah titik, asap pekat mengepul tanda pembakaran telah dimulai. Massa juga merobohkan tembok dan memecahkan kaca pendopo.

Personel Kepolisian tidak tinggal diam. Mereka berusaha menenangkan massa, bahkan gas air mata ditembakkan untuk meredam aksi. Massa lantas kocar kacir.

Bukan hanya kaum laki-laki yang turun aksi. Emak-emak pun ikut turun ke jalan, sebagian bahkan membawa anaknya. Mereka datang dengan keyakinan bahwa aksi akan berjalan damai. Namun, saat kepanikan merebak, banyak balita dan anak-anak pingsan.

 DPRD Pati Bergerak

Demi meredakan amukan massa dan gejolak politik yang berlarut-larut, DPRD Kabupaten Pati menggelar sidang paripurna dan kemudian menyepakati pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk memakzulkan Bupati Pati, Sudewo.

Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati, Danu Iksan.

“Sepakat (membentuk Pansus Hak Angket),” kata dia

Dia pun menegaskan, semua fraksi DPRD Kabupaten Pati telah sepakat semua. “(Semua) sepakat,” jelas Danu.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here