Beritainternusa.com,Gunungkidul – Pameran dan kontes bonsai nasional bertajuk ‘Bonsai Fest 2025’ yang digelar di Lapangan Demang Wonopawiro, Piyaman, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, pada Rabu (18/6/2025) di ikuti oleh 708 peserta.
Kegiatan yang didanai Dana Istimewa ini bertajuk ‘Bonsai Fest 2025, Hamemayu Hayuning Bawana’ yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gunungkidul, yang digelar mulai 10-24 Juni 2025.
Paniradya Pati, Aris Eko Nugroho mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan Dana Keistimewaan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan budaya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi inovasi dan pembeda dengan setiap daerah lain yang ada di DIY.
Kami ingin setiap daerah di DIY dapat menonjolkan potensinya. Selama ini, Kabupaten Gunungkidul terkenal menjadi tempat mencari bonsai, maka dengan adanya kegiatan ini, ke depan kami berharap Gunungkidul bukan lagi tempat mencari bonsai di alam, tetapi sudah menjadi tempat budidaya bonsai,” ujarnya disela kegiatan tersebut, Rabu (18/6/2025).
Dia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dapat mengoptimalkan penyelenggaraan ini untuk mengangkat bonsai sebagai bagian dari subsektor pengembangan ekonomi kreatif.
Makanya, kalau bisa kegiatan ini tidak berhenti di sini, namun bisa dikembangkan menjadi budidaya bonsai yang dapat didanai oleh Danais, termasuk mendorong wilayah ini menjadi industri kreatif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Oneng Windu menambahkan jumlah pendaftar yang mengikuti pameran dan kontes bonsai berasal dari seluruh Indonesia.
Ternyata animo masyarakat sangat tinggi, kami tidak menyangka peserta datang dari seluruh Indonesia. Peserta dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. Sedangkan, yang terjauh ada yang dari Sumatera Selatan hingga daerah Batu Licin, Kalimantan Selatan,” papar dia.
Dia menuturkan dipilih seni bonsai sebagai bentuk ekspresi budaya yang unik dan bernilai tinggi, sekaligus memperkuat posisi Gunungkidul sebagai Kabupaten Kreatif.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan utama untuk mempromosikan Gunungkidul sebagai pusat kreativitas dan seni bonsai di DIY maupun Indonesia. Kemudian,memberikan wadah apresiasi bagi pelaku ekraf, khususnya penggiat seni rupa 3D, mendorong tumbuhnya rantai ekonomi kreatif, dari komunitas bonsai hingga sektor pendukung seperti UMKM, kuliner, kerajinan, dan pariwisata, serta menyemai kesadaran pelestarian lingkungan melalui seni, dengan pemanfaatan pohon lokal seperti Serut, Wahong, dan Santigi.
Bonsai memiliki nilai seni, nilai edukasi, sekaligus nilai ekonomi. Ini yang kami dorong agar terus tumbuh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif di Kabupaten Gunungkidul. Kami pun siap jika memang Kabupaten Gunungkidul akan dijadikan sebagai lokasi budidaya bonsai di DIY,” urainya
[Admin/tbbin]
