Beritainternusa.com,Banten – Sejumlah kiyai di wilayah Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Pj Gubernur Banten, Ucok Abdulrauf Damenta, Senin (22/12/2024).
Audiensi dilakukan setelah para kiyai yang tergabung dalam Front Persaudaraan Islam (FPI) melakukan orasi di lingkungan KP3B, Kota Serang.
Dalam audiensi tersebut para kiyai perwakilan dari 8 kabupaten kota di Tanah Jawara membuat pernyataan penolakan terhadap proyek milik Taipan Sugianto Kusuma alias Aguan.
Ketua DPD FPI Banten, KH Fahrurozi mengaku mendukung MUI Pusat dalam Taujihat Mukernas ke IV.
Di mana MUI Pusat meminta pemerintah mencabut status Program Strategis Nasional (PSN) PIK 2 karena banyak mudharat.
Kami juga pemerintah untuk mencabut seluruh perizinan PIK 2 karena tidak sesuai dengan RTRW,” kata KH Fahrurozi di Pendopo Gubernur Banten.
Fahrurozi berharap Pj Gubernur Banten dapat menyuarakan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
Kami tidak meminta bapak mencabut status PIK 2, yang kami minta agar bapak bisa menyuarakan aspirasi kami di sana,” katanya.
Usai audiensi, Pj Gubernur Banten dan Anggota Fraksi Partai Golkar, Muhsinin menemui massa aksi.
Kedua orang tersebut langsung menaiki mobil komando. Pj Gubernur Banten Ucok Abdulrauf Damenta mengaku akan membawa persoalan tersebut ke sejumlah kementerian terkait yang memiliki kewenangan tentang PSN.
Kami akan membawa ke musyawarah yang lebih tinggi lagi ke pihak terkait. Mohon doa dan dukungan kalian semua, agar semua yang menjadi permasalahan mendapat jalan yang terbaik,” katanya.
Damenta memastikan akan memperjuangkan masalah tersebut agar apa yang menjadi tuntutan masyarakat mendapat solusi agar tercipta kemaslahatan bagi umat.
Saya minta semuanya tetap tertib, dukung semua ikhtiar kita yang tentunya tidak mudah. Ini adalah bentuk komitmen kami, bahwa kami adalah orang tua kalian, tempat menerima curahan hati,” pungkasnya
[Admin/tbbin]


