Kementerian KLH pasang plang di lokasi tambang PT GLI Pacitan

Beritainternusa.com,Pacitan – Warga Desa Cokrokembang, Ngadirojo, Pacitan Jawa Timur belum bisa tidur nyenyak.

Pasalnya kerusakan lingkungan yang diduga disebabkan oleh tambang PT GLI (Gemilang Limpah Internusa) di Desa Kluwih, Tulakan, masih mengusik benak mereka.

Kendati Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) Gakkum Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) telah turun tangan menyelidiki lokasi tambang sejak Jumat (23/2/2024) pekan lalu.

Namun kepastiannya belum tahu. Belum ada penjelasan resmi dari pemkab,’’ kata Juli Agus Sumanto, perwakilan warga setempat, Senin (26/2/2024).

Menurut dia, masyarakat tetap kukuh menuntut tambang seluas 350 hektare tersebut ditutup permanen.

Masyarakat berharap hasil penyelidikan awal Kementerian LHK dapat membawa solusi positif bagi warga terdampak pencemaran limbah pertambangan.

Dia menambahkan,  konsesi tidak menghindarkan kerawanan bencana bila kawasan itu terus ditambang. Itu terlihat mulai di Dusun Kwangen, desa setempat.

Kawasan hulu yang seharusnya dilindungi, menjadi lahan pertanian. Sementara lahan pertanian dan pangan berkelanjutan beralih fungsi menjadi terowongan tambang.

Dia menyebutkan, faktor investasi sering dijadikan dalih pembenaran alih fungsi lahan. Alasanya, kebutuhan masyarakat.

Tidak melindungi wilayah bawah, sama saja membuka potensi kehancuran bagian atas. Ekonomi masuk, bencana juga datang,’’ ungkapnya.

Kini, warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini.

Selama ini, lanjut dia, masyarakat acap menerima represi lantaran dituding menghalang-halangi usaha atau investasi bidang pertambangan. 

Pemegang kebijakan acap menggunakan instrumen hukum KUHP, UU Perkebunan, UU Minerba dan UU Cipta Kerja untuk menekan masyarakat.

Kalau berbisnis jangan zalim kepada orang lain, termasuk kepada lingkungan. Penanganan limbah harus clear” tandasnya.

[Admin/rmbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here