Beritainternusa.com,Jakarta – Akademisi yang juga pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie mengatakan belakangan ini banyak yang menolak koreksi dan kritik yang diajukan para akademisi, dosen dan guru besar ke Istana.
Hal ini disampaikan Connie dalam seminar nasional bertajuk ‘Rakyat Mencari Pemimpin’ di Hotel Kartika Chandra, Jakarta pada Selasa (6/2/2024). “Mengikis keahlian karena menolak koreksi. Ini yang terjadi sekarang dari istana,” kata Connie.
Menurutnya penolakan koreksi tersebut membuat modal intelektual dan kualitas tata kelola bernegara menjadi turun.
Jadi, mengikis keahlian dari para akademisi, para dosen, guru besar adalah menolak koreksi dan kontribusi itu sebenarnya telah membuat modal intelektual dan penurunan kualitas tata kelola negara,” ungkap dia.
Connie menambahkan selama menjelang perhelatan Pemilu 2024, para akademisi cenderung dipandang sebagai pribadi yang punya tendensi dukungan terhadap calon-calon tertentu.
Hal ini kata dia, imbas dari banyaknya buzzer politik yang menyudutkan akademisi dengan narasi yang ‘dibayar’.
Ketika saya melihat serangan semakin besar ke kampus saya langsung apply ke universitas luar negeri. Untuk apa saya di sini lama lama, pemikiran kita tak dianggap dan kita jadi kalah sama buzzer yang membolak balikkan tata cara pikir kita dan malah menyudutkan akademisi itu seolah olah bayaran atau pro paslon ini atau paslon itu,” pungkas dia.
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang kini maju sebagai Capres di Pilpres 2024 bersama Anies Baswedan menilai buzzer politik yang bersembunyi di balik akun anonim adalah pengecut.
Cak Imin menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri acara Halal Bihalal Bersama Perempuan Bangsa, Jumat (27/5/2022).
Twitter saya, Facebook saya, Instagram saya hari ini setiap menit ada yang menyerang, dimaki, menghina, mengirim isu-isu negatif.” “Apalagi kalau saya memposting sesuatu.”
Tapi tidak usah khawatir, mereka-mereka ini rata-rata tidak pakai nama asli, buzzer, enggak centang biru,” ujar Cak Imin.
Cak Imin berkata kepada para buzzer yang kebetulan mendengar ucapannya untuk segera menunjukkan wajahnya.
Tunjukkan mukamu, lho.” Kalau kamu calon presiden, ayo kita bersaing secara sehat.” Kalau kamu laki-laki ayo berhadapan sesama laki-laki.” Kalau kamu perempuan silakan berhadapan dengan perempuan bangsa,” ujarnya.
Cak Imin juga menambahkan orang-orang yang bersembunyi di balik akun anonim adalah seorang pengecut.
Karena bersembunyi di balik akun akun anonim itu pengecut. Menurut saya semua pengecut tidak akan punya tempat di negeri yang luar biasa ini,” tegasnya.
Namun adanya hal-hal seperti serangan buzzer ini, bagi Cak Imin merupakan bagian dari tantangan serta pijakan untuk untuk tetap melangkah ke depan.
Lebih lanjut Cak Imin mengatakan tantangan politik yang akan mereka hadapi ke depan tidak akan mudah. Menurutnya semakin kuat politik maka akan semakin banyak yang cemburu, iri, dan tidak suka.
[Admin/tbbin]



