Beritainternusa.com,Pacitan – Penyebab terjadinya kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur akhirnya terungkap.
Hasil dari uji laboratorium memastikan sumbernya berasal dari makanan yang diproduksi oleh SPPG Kebondalem.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Daru Mustikoaji menyebut, kontaminasi bakteri ditemukan pada sejumlah sampel yang diperiksa. Ditemukan bakteri pada sampel makanan dan air bersih,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai sampel, mulai makanan, air, hingga feses pasien di beberapa laboratorium.
Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab keracunan adalah bakteri, bukan virus maupun jamur. “Bukan virus atau jamur,” tegasnya.
Menu yang terindikasi terkontaminasi antara lain sayur sawi, edamame, dan mi sayuran. Makanan tersebut diproduksi dalam rentang 8 hingga 10 April.
Seluruh siswa yang mengalami gejala diketahui mengonsumsi menu yang sama. Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, hingga diare.
Data sementara mencatat sebanyak 158 siswa terdampak dalam kejadian ini. Mayoritas korban sudah membaik, meski dua siswa masih menjalani perawatan medis.
Dinkes Pacitan telah melaporkan hasil temuan tersebut kepada satuan tugas untuk diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah evaluasi terhadap operasional SPPG Kebondalem juga akan dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang.
[Admin/rmbin]






