Ilustrasi pengeroyokan oleh Debt Collector.
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Jakarta –  Lagi-lagi ulah komplotan yang mengaku sebagai penagih utang (debt collector) diduga merampas sepeda motor dan menganiaya seorang pengendara di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 05.10 WIB. Korban yang identitasnya belum diketahui saat itu sedang melaju menuju arah Tangerang, sebelum dihentikan dan menjadi sasaran aksi kekerasan di depan sebuah pabrik kaleng.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pihaknya tengah menindaklanjuti informasi tersebut. Namun hingga kini, korban belum melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

Kami selidiki terlebih dahulu. Korban juga sampai saat ini belum ada membuat laporan ke Polsek Kalideres,” katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (4/3/2024).

Menanggapi keresahan warga atas maraknya aksi premanisme berkedok “mata elang” (matel) di kawasan Daan Mogot, Rihold memastikan pihaknya akan meningkatkan patroli dan memperketat pengawasan di wilayah tersebut.

Tim kami dari Opsnal Unit Reskrim selalu rutin kok melakukan patroli matel, terutama di sepanjang Jalan Daan Mogot. Ke depannya akan ditingkatkan patroli,” kata Rihold, dilansir dari Antara.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, tampak seorang pria terduduk di pinggir jalan dengan pakaian basah dan berlumur lumpur hitam dari air kali.

Pria tersebut mengaku bekerja sebagai petugas sekuriti di Bank BSI Cisoka, Tangerang. Ia menyebut sepeda motor beserta sejumlah barang berharganya dirampas oleh komplotan pelaku.

Korban menceritakan saat ia sedang berkendara di pagi buta, tiba-tiba dipepet oleh empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

Lagi jalan, tiba-tiba nyalip dua motor. Satu depan satu belakang. Saya hampir mau jatuh. Kunci saya ditarik,” ucap korban dalam video tersebut, dikutip Rabu (4/3/2026).

Setelah memberhentikan paksa, komplotan tersebut mengaku sebagai matel dan menuduh korban telah menunggak cicilan kendaraan selama berbulan-bulan.

Dia alasannya matel. Motor saya dibilang nggak bayar selama tiga bulan, padahal saya baru bayar kemarin tanggal 28 Februari,” kata dia.

Alih-alih mendengarkan penjelasan korban, para pelaku justru mulai mengintimidasi dan melakukan kekerasan fisik. Korban mengaku diinterogasi, dipukul, hingga akhirnya didorong ke sungai (kali) yang berada di sisi Jalan Daan Mogot.

Terus ditanya-tanya segala macam. Langsung saya dipukulin perut saya, dijorokin langsung saya mental ke kali,” ungkapnya.

Dalam kondisi tak berdaya setelah didorong ke kali, korban hanya bisa pasrah melihat komplotan tersebut membawa kabur sepeda motor miliknya beserta seluruh barang berharganya.

Motor dibawa kabur itu, sama tas saya, HP saya, dompet, apa segala macem ada di tas. HP, dompet isinya KTP, KTA saya, GP maupun GM saya diambil. Di tas ada duit,” imbuhnya.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here