Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman.
Aji Muhawarman kepala biro komunikasi dan informasi kemenkes.

Beritainternusa.com, Jakarta- Kembali beredar kabar vaksin Human Papiloma Virus (HPV) pada anak perempuan bisa memicu kemandulan. Kabar ini membuat banyak perempuan menolak untuk divaksin HPV.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman memastikan, kabar tersebut adalah hoaks atau bohong.

“Itu hoaks lama,” kata Aji kepada

Aji memastikan HPV merupakan vaksin yang aman. Dia mengakui, ada reaksi lokal dan umum yang muncul setelah vaksinasi HPV, namun tidak serius.

Reaksi lokal itu berupa kemerahan pada bekas suntikan, pembengkakan, dan nyeri ringan. Efek samping tersebut muncul satu hari setelah pemberian imunisasi dan dapat berlangsung sampai tiga hari. Sementara reaksi umum berupa demam.

Tujuan Imunisasi HPV

Imunisasi HPV bertujuan mencegah penyakit kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi HPV, bahkan keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan sebanyak dua dosis pada anak perempuan saat berusia 9-13 tahun.

Komitmen Indonesia dalam pencegahan kanker serviks dibuktikan dengan masuknya Imunisasi HPV ke dalam program imunisasi nasional sejak tahun 2023.

Sampai saat ini, sudah ada 135 negara yang memberikan imunisasi HPV dalam program imunisasi nasional. Di antaranya Malaysia, Singapura, Amerika, Inggris, dan Prancis.

Imunisasi HPV diberikan sebanyak dua dosis kepada anak perempuan sebelum lulus SD/MI atau sederajat. Imunisasi diberikan dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap bulan Agustus di sekolah.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here