Ilustrasi

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Polres Gunungkidul mengimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap aksi penipuan dengan modus meminta sejumlah uang yang mengatasnamakan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih.

Dilansir dari laman Polres Gunungkidul, modus penipuan tersebut dilakukan melalui aplikasi WhatsApp.

Salah satu modusnya, yakni menghubungi lurah dengan mengiming-imingi bisa memasukkan anaknya menjadi pegawai Pemkab Gunungkidul.

Dengan persyaratan, berkas akan diatur Bupati Gunungkidul tetapi harus mengirim dana sebesar Rp10 juta. 

Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Bupati Gunungkidul atau pejabat pemerintah lainnya, terutama yang meminta uang atau imbalan apapun,” ungkap Kasi Humas Polres Gunungkidul, AKP Suranto, Kamis (10/7/2025).

Dia menerangkan Bupati Gunungkidul maupun jajaran pemerintah tidak pernah meminta uang atau imbalan dalam bentuk apapun, baik secara langsung atau melalui media sosial, telepon, maupun pesan singkat.

Jika menerima modus penipuan ini, kami imbau masyarakat untuk mengabaikan permintaan. Kemudian, jangan transfer uang atau memberikan informasi pribadi. Dan, paling penting segera melapor ke pihak kepolisian terdekat,” ucapnya.

Sebelumnya, aksi modus penipuan menimpa salah satu warga yakni Restu Aji, warga Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Dirinya mengaku nyaris kehilangan uang sebesar Rp10 juta setelah dijanjikan bisa memasukkan sang istri menjadi pegawai di Dinas Pemberdayaan Perempuan. 

Aji bercerita kronologi aksi penipuan ini terjadi saat dirinya dikenalkan oleh seseorang yang mengklaim memiliki akses khusus ke lingkaran pemerintahan.

Kemudian, oknum tersebut mengiming-imingi dapat meloloskan anggota keluarga menjadi ASN disertai permintaan uang sebagai syarat administrasi,” tutur dia, Kamis (10/7/2025).

Dia melanjutkan awalnya oknum penipu meminta uang sebesar Rp3 juta. Kemudian, bertambah menjadi Rp10 juta, dengan dalih untuk pengurusan berkas dan mempercepat prosesnya.

Namun, kecurigaan muncul ketika oknum tersebut meminta foto istrinya pada hari Sabtu—hari saat masa libur kerja—dengan alasan untuk melengkapi berkas kepegawaian. Kejanggalan ini mendorong dirinya melakukan penelusuran lebih lanjut.

Setelah menggali informasi dari berbagai pihak, saya merasa tidak ada kejelasan mengenai proses tersebut dan akhirnya memutuskan untuk menarik kembali uang yang sudah diserahkan,” terang dia.

[Admin/tbbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here