Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Oknum PNS Puskesmas Di Duga Lecehkan Pemuda Di Cianjur Walhi Jogjakarta Melaporkan Dugaan Kasus Pelanggaran Lingkungan 13 Industri Pariwisata Di Gunungkidul KemenHAM DKI Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu SARA Terkait Bentrok Di Menteng Dua Kubu Keraton Surakarta Bersaing Gelar Acara Sekaten Polisi Buru Sosok Pemesan Utama Di Balik Sindikat Penyebar Hoaks Bareskrim Polri Ungkap Perkembangan Kasus Narkoba Yang Menjerat Kasat Narkoba Polres Tangsel

Peristiwa

Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Jalani Pemeriksaan Di Bareskrim Polri Sebagai Saksi Dalam Kasus Dugaan Pembelian Lahan Di Cengkareng

badge-check

Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi Perbesar

Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi

Beritainternusa.com,Jakarta – Mantan Ketua DPRD DKI Jakarta dua periode sekaligus politikus PDI-P, Prasetyo Edi Marsudi, menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri sebagai saksi dalam dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng senilai Rp668 miliar.

Ia menekankan, bahwa kasus ini terkait Peraturan Gubernur (Pergub), bukan Peraturan Daerah (Perda), sehingga ia mengaku tidak memahami detail pengadaan tanah tersebut.

Saya diperiksa sebagai saksi dalam kasus Cengkareng. Permasalahannya, saya baru pertama jadi anggota (DPRD) waktu itu. Tahun 2015 terjadi Pergub, tidak ada kaitan dengan saya,” ujar Prasetyo usai pemeriksaan di Bareskrim Polri, Senin (17/2/2025).

Prasetyo juga menjelaskan, bahwa saat muncul temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan lahan tersebut, pihaknya langsung membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Di sini juga ada temuan BPK, langsung saya buat Pansus. Kebetulan Pansus itu diketuai oleh almarhum Pak Gembong Warsono. Tahun 2016, tanggal 30 Juni, sudah saya jelaskan, tolong audit BPK ini kepada KPK dan Bareskrim untuk menindaklanjuti,” jelasnya.

Ia juga menyatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail lokasi tanah di Cengkareng yang menjadi objek kasus ini.

Saya di sini dari jam 9, ditanya enam pertanyaan. Ini dokumen lengkap yang saya bawa, tanah di Cengkareng mana gue gak tau,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus pembelian lahan di Cengkareng, Jakarta Barat, bermula ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat Dinas Perumahan dan Gedung (kini berganti nama menjadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman) membeli lahan di Cengkareng Barat, Jakarta Barat senilai Rp 668 miliar kepada seseorang bernama Toeti Noezlar Soekarno pada 2015.

Diketahui, lahan tersebut rencananya akan dibangun rumah susun. Pemprov DKI dan pihak kuasa hukum Toeti Noezlar sepakat membeli lahan Rp 14,1 juta per meter pada (7/10/2015).

Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK terhadap APBD DKI tahun 2025 menyatakan lahan itu bermasalah. BPK mencatat kalau lahan itu masih berstatus tanah sengketa antara Toeti Noezlar dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI. Berdasarkan keterangan DKPKP, tanah tersebut tercatat sebagai bagian aset per (31/12/2015).

Kemudian, ditahun 2015 APBD DKI Jakarta disahkan menggunakan Peraturan Gubernur (Pergub). Tidak tercapainya kesepakatan terjadi lantaran ketegangan antara Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD Jakarta.

[Admin/itbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

KemenHAM DKI Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu SARA Terkait Bentrok Di Menteng

28 July 2026 - 08:50 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Perkembangan Kasus Narkoba Yang Menjerat Kasat Narkoba Polres Tangsel

27 July 2026 - 15:12 WIB

Pengamat Cium Aroma Serangan Balik Koruptor Di Balik Isu Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

27 July 2026 - 08:37 WIB

Seorang Pria Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas Dengan Mulut Dan Hidung Berbusa

27 July 2026 - 08:22 WIB

Propam Polda Jabar Periksa Tiga Oknum Polisi Pengendara Alphard Yang Berselisih Paham Dengan Satpam Di Kawasan Bunderan HI

27 July 2026 - 07:27 WIB

Trending on Peristiwa