Beritainternusa.com,Gunungkidul – Keputusan pemerintah menetapkan anggaran makan bergizi gratis menjadi Rp10 ribu perporsi mendapat beragam tanggapan dari masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, terutama para wali murid.
Salah satu wali murid SD Negeri di Kabupaten Gunungkidul, Sukma Nilam (36) mengaku senang dengan adanya program makan bergizi gratis tersebut.
Namun di satu sisi, dirinya juga khawatir dengan anggaran Rp10 ribu perporsi tersebut apakah makanan yang diberikan tetap memenuhi kualitas dan standar gizi.
Ya, kan sekarang semua harga kebutuhan pokok mahal ya, jadi kan khawatir juga itu nanti menu-menu nya seperti apa. Harapannya kan anak tetap mendapatkan kualitas makan siang yang baik dan sehat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya Ismawati (43), dia mengaku senang dengan adanya program makan bergizi gratis tersebut.
Akan tetapi ia meragukan apakah dengan anggaran Rp10 ribu perporsi itu, anak bisa mendapatkan makanan yang berkualitas.
Sebagai orang tua adanya makan bergizi gratis ini pasti senang anak jadi tidak jajan lagi di luar. Tetapi, katanya anggarannya turun jadi Rp10 ribu perporsi, itu jadi saya bertanya juga apakah cukup itu, ya jangan sampai nanti anak-anak ini malah tidak dapat makanan yang layak. Mudah-mudahan tidak zonk ya,” ungkap dia.
Sementara dari penelusuran awak media ke warung makan yang ada di sekitaran Kapanewon Wonosari, menu makanan dengan porsi Rp10 ribu itu terdiri dari nasi, telur sambal, dan sayur tumis.
Sedangkan, untuk menu ikan seperti lele itu bisa didapat dengan harga di atasnya yakni Rp14 ribu.
Penjual warung makan tersebut, Sinta (32) mengaku menu dengan Rp10 ribu sulit jika dilengkapi dengan lauk berupa ikan.
Kalau Rp10 ribu pakai ikan dengan menu komplit, yang ada saya rugi karena sekarang semua bahan pokok mahal. Itu yang menu telur seharga Rp10 ribu itu aja sudah dipas-pasin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BKAD Kabupaten Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan belum mendapatkan arahan dan petunjuk teknis terkait perubahan anggaran makan bergizi gratis.
Mohon maaf sampai saat ini belum ada arahan apapun dari pusat maupun provinsi baik tertulis maupun lisan terkait hal ini. Kami hanya diminta untuk ploting anggaran senilai Rp26 miliar untuk program makan bergizi gratis, tetapi untuk teknisnya seperti apa kami belum mengetahui,” paparnya.
Begitupun dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis terkait program tersebut.
Belum ada arahan terkait itu,” tulis Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Agus Subariyanto saat dikonfirmasi.
Akan tetapi, Agus Menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan data jumlah pelajar dari jenjang PAUD/TK, SD/Sederajat, dan SMP/Sederajat di Kabupaten Gunungkidul.
Adapun, total dari keseluruhan jenjang pendidikan itu sebanyak 93.597 pelajar. Data sudah kami siapkan seluruh jenjang dari PAUD/TK, SD dan SMP. Tapi, sekali lagi kami menunggu petunjuk dari pusat lebih lanjut,” tandasnya
[Admin/tbbin]


