Beritainternusa.com,Jakarta – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menilai, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi harus bertanggung jawab sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) tahun 2023-2024 terkait kasus judi online.
Dia menyampaikan, Budi Arie perlu memberikan keterangan kepada Polri, agar kasus judi online di Indonesia bisa segera tuntas, dan menemukan terangnya.
Kalau saya berharap ini kejahatan judi online tuntas setidaknya sampai di pemangku keputusan, menteri, agar jadi pengingat untuk menteri-menteri Kominfo lainnya,” tutur Islah Bahrawi dalam keterangan tertulis, Selasa (19/11/2024).
Islah mengungkapkan, kejahatan judi online menjadi marak saat Budi Arie menjabat sebagai menteri. Hal itu, berdasarkan temuan polisi perihal tim Kominfo satelit, yang bertugas menutup-buka situs judi online di Bekasi, Jawa Barat.
Tim tersebut, kata dia, disinyalir dibentuk langsung oleh Budi Arie untuk mengontrol situs judi online di Indonesia. Tim Satelit yang di Bekasi ini, beroperasi di zaman menteri Budi Arie Setiadi. Bahkan positif dibentuk oleh Budi Arie,” jelasnya.
Dalam pembentukan tim itu, menurut Islah, Budi Arie pun telah melakukan penyalahgunaan wewenang jabatan, dengan merekrut seseorang bernama Adhi Kiswanto menjadi pemimpin tim tersebut.
Ia mengatakan, Adhi merupakan lulusan SMK yang sempat tidak lolos tes pegawai di Kominfo, namun direkrut langsung olehnya, untuk menjadi pemimpin tim setara eselon 1 tersebut.
Paling enggak menurut saya, sudah terjadi pelanggaran dari menteri itu (Budi Arie) terkait regulasi dan aturan internal di Kominfo, dengan memberikan ruang kepada orang luar untuk membuat tim sendiri,” ujar Islah.
Untuk itu, Islah berpendapat, agar polisi tidak ragu untuk mengusut langsung Budi Arie. Sebab, posisi Budi Arie saat itu sebagai Menkominfo yang memiliki wewenang penuh terhadap situs-situs judi online tersebut.
Menurut saya jangan ragu, kalau memang ini menyentuh hingga ke menteri, tangkap menterinya. Ini sekaligus jadi momentum untuk Polri karena sedang diserang kanan-kiri,” tutup Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia ini.
[Admin/itbin]


