Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono

Beritainternusa.com,Jakarta – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Totok Hariyono mengatakan, wartawan memiliki peran yang sama dengan pengawas pemilu dalam menjaga demokrasi. Tulisan atau berita jurnalis, kata Totok, dapat menjadi informasi awal bagi Bawaslu untuk ditindaklanjuti. 

Tulisan kawan-kawan dari media bisa menjadi informasi awal (jika ditemukan adanya dugaan pelanggaran), kemudian ditindaklanjuti Bawaslu untuk dijadikan temuan. Nantinya, jika ditemukan unsur pidana, diteruskan ke Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu), jika berdasarkan kajian awal ada dugaan pelanggaran administrasi atau undang-undang lainnya akan diterukan ke instansi terkait,” ucap Totok dikutip dari situs Bawaslu, Minggu (17/11/2024). 

Dia menjelaskan, Bawaslu memiliki dua mekanisme, yakni berdasarkan laporan masyarakat, dan ada temuan. Berita di media, akan dijadikan informasi awal, dan dijadikan temuan.

Wartawan adalah mitra strategis Bawaslu, tidak bisa diremehkan. Jika tidak ada wartawan, pemilu akan berasa kurang demokratisnya, apalagi wartawan dapat membuat masyarakat terlibat aktif melalui berita-berita, dalam tulisan yang dimuatnya,” jelasnya.

Dia mengatakan, Bawaslu memiliki tugas mengawasi, mencegah, dan menindak. peran tersebut, kata dia, juga berlaku bagi jurnalis.

Tugas pencegahan, pengawasan, dan penindakan yang dilakukan wartawan melalui berita-berita yang dimuatnya. Misalnya, wartawan memberitakan jika ada pejabat nakal, korupsi,” ungkap Totok. 

Begitu juga dengan kode etik dalam bekerja, mantan jurnalis tersebut menyebutkan, jika jurnalis terdapat Dewan Pers, pengawas pemilu terdapat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yang mengawasi kinerja penyelenggara pemilu.

Wartawan sama dengan Bawaslu, yakni sama-sama menjaga keseimbangan,” tutur Anggota Bawaslu ini.

Sementara, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Dwi Endah Prasetyo Wati, mengajak jurnalis bersinergi dengan Bawaslu mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Jurnalis, kata dia, dengan memberikan informasi yang akurat, dan benar kepada masyarakat.

Ini momen kita bersama dalam mengawal demokrasi, demi terciptanya pemilihan damai, dan tidak ada konflik di Jawa Timur,” ajaknya.

[Admin/itbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here