:strip_icc()/kly-media-production/medias/5406844/original/081824200_1762612763-IMG_7465.jpeg)
Beritainternusa.com,Solo – Putra tertua mendiang Paku Buwono XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi ditetapkan sebagai penerus tahta bergelar Paku Buwono XIV pada hari Kamis, (13/11/2025). Penetapan ini dilakukan dalam pertemuan keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang dihadiri putra dan putri dalem Sinuhun Pakubuwono XII dan XIII.
Pertemuan keluarga yang berlangsung di Sasana Handrawina, kompleks Keraton Kasunanan Surakarta itu, digagas oleh Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan. Pertemuan yang dihadiri puluhan orang itu, selain dihadiri keluarga keraton juga dihadiri sentana dalem, abdi dalem dan pokoso.
Adik kandung almarhum Pakubowono XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng, menjelaskan bahwa forum tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi keluarga besar sekaligus memperkuat komitmen menjaga kelestarian Keraton Surakarta.
Kita bersama-sama niat untuk menyatukan keluarga, terus melestarikan keraton yang utama itu. Yang paling utama niatan kita itu supaya keraton itu keributan yang dulu-dulu menjadi satu. Yang penting kita menjaga sentana dalem, kerabat ini semua dan melestarikan keraton,” ujar dia.
Dalam pertemuan itu, Gusti Moeng membenarkan bahwa sempat dilakukan penobatan putra pertama mendiang Pakubuwono XIII, KGPH Hangabehi sebagai Sinuhun Pakubuwono XIV. Adanya penobatan tersebut menyebabkan munculnya raja kembar di keraton tersebut.
Menurut dia, penobatan KGPAA Hamangkunegoro sebagai Pakubuwono XIV saat prosesi pelepasan jenazahnya sang raja juga mengagetkan berbagai pihak.
Iya, penobatan Pakubuwono XIV yang mana kami sendiri sebetulnya kaget dengan kejadian yang mau nutup peti kok tiba-tiba melangkah seperti itu. Lha kami berpegang pada yang jenenge (namanya) hak itu kan Gusti Allah yang maringi (memberikan). Gusti Bei (Hangabehi) yang sekarang Pakubuwono XIV kan tidak minta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua daripada Purboyo. Itu kehendak Allah dan itu sudah ditekankan dijadikan acuan dijadikan paugeran. Kalau nggak punya permaisuri ya sudah anak lagi-laki tertua,” kata dia.
Tapi memang kan direkaysa seakan-akan ada permaisuri, terus ada surat wasiat lah, terus ada pengangkatan adipadi anom sebelumnya. Ini baru kita kaji secara hukum,” tambahnya.
Sedangkan terkait rencana KGPAA Mangkunegoro atau KGPH Purboyo yang akan dinobatkan sebagai raja Pakubuwono XIV pada Sabtu besok, dia pun tidak ambil pusing. Pasalnya untuk penobatan raja secara aturan adat akan dilakuakan setelah 40 hari atau 100 hari setelah wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.
Ya biar aja dia mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari. Gusti Behi tidak mungkin no, kita tidak mungkin menghadiri. Hasil yang hari ini pun itu langsung dibawa oleh Panembahan untuk dibawa ke pemerintah. Bukan pemerintah cawe-cawe tidak, justru kami yang menyampaikan untuk supaya negara itu hadir supaya lestari keratonnya,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro secara resmi menyatakan dirinya naik tahta sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, Rabu (5/11/2025). Keputusan tersebut diucapkan setelah upacara penghormatan terakhir bagi sang ayah, almarhum Raja Pakubuwono XIII.
Deklarasi itu disampaikan Hamangkunegoro sesaat setelah membacakan pidato pelepasan jenazah ayahandanya. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Saya, KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram mewakili keluarga menyampaikan kepada Anda semua yang telah berkenan hadir untuk memberi penghormatan kepada almarhum,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan doa agar mendiang Pakubuwono XIII diterima di sisi Tuhan. Semoga kebaikan panjenengan semua diterima sebagai amal. Saya juga meminta doa panjenengan semua semoga arwah SISKS Pakubuwana XIII diterima di sisi Tuhan yang Maha Pemurah, dan Belas Kasih, menempati swarga yang kekal,” kata dia.
Usai menyampaikan ucapan terima kasih, suasana berubah khidmat ketika Hamangkunegoro dengan suara tegas mengucapkan ikrar kenaikan tahta.
Saya, KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwono XIV,” tuturnya.
Sesaat kemudian, dia memberikan perintah kepada para abdi dalem untuk memberangkatkan jenazah Pakubuwono XIII menuju Pajimatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saya perintahkan untuk memberangkatkan ayah saya ke Pajimatan Imogiri. Laksanakan,” kata Hamangkunegoro.
[Admin/lpbin]


