Beritainternusa.com,Solo – Seorang warga Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Ranting Kartasura berinisial WH dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo untuk menjalani operasi akibat diserang oleh kelompok orang tak dikenal. WH mengalami luka robek di kaki kanan dan lutut kaki kiri saat diserang kelompok tak dikenal menggunakan senjata tajam.
Informasi yang dihimpun awak media Minggu (6/7/2025), rombongan warga PSHT Ranting Kartasura yang berjumlah belasan orang dan berboncengan mengendarai delapan sepeda motor. Mereka hendak pulang ke rumah seusai mengikuti acara pengesahan warga baru di wilayah Kecamatan Polokarto, Jumat (4/7/2025) dini hari.
Mereka merasa dibuntuti dari belakang oleh dua sepeda motor dari sekitar kawasan Solo Baru. Kelompok tak dikenal ini terus menguntit rombongan PSHT hingga jalan Baki-Manang yang kondisinya cukup sepi lantaran jauh dari permukiman penduduk.
Setiba di lokasi kejadian, kelompok orang tak dikenal menyerang rombongan warga PSHT menggunakan sajam. Akibat kejadian itu, empat warga PSHT mengalami luka bacok di tubuh. Keempat korban masing-masing WH, MAT, ABP dan CKW.
Korban WH mengalami luka paling parah dibanding tiga korban lainnya. WH mengalami luka robek di kaki kanan. Berdasarkan informasi dari para korban, saat kejadian, WH bertahan di lokasi kejadian. Dia menjadi sasaran kelompok orang tak dikenal yang menyerang menggunakan sajam,” kata Humas PSHT Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto.
Selepas kejadian, WH sempat dilarikan ke RS Indriati Solo Baru untuk mendapatkan perawatan medis. Lantaran luka robek di kaki cukup parah, WH dirujuk ke RSUD Moewardi Solo untuk menjalani tindakan medis berupa operasi. Saat ini, korban WH sudah dirujuk ke RSUD Moewardi Solo dan masih menjalani operasi di rumah sakit,” ujar dia.
Sementara korban ABP juga menjalani operasi lantaran mengalami luka robek di pipi kanan dan punggung di rumah sakit. Seusai dioperasi, korban ABP diperbolehkan pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan.
Saat ini, hanya tinggal satu korban yang masih dirawat di rumah sakit, yakni WH. Fokus pengurus PSHT Sukoharjo sekarang mendampingi dan memantau pengobatan para korban. Kemudian, mendorong proses penegakkan hukum oleh aparat kepolisian dengan menangkap para pelaku secepatnya,” urai Agung.
Sebelumnya, seorang warga PSHT Ranting Kartasura berinisial IRW menceritakan detik-detik penyerangan kelompok orang tak dikenal yang menyerang menggunakan senjata tajam di jalan Baki-Manang pada Jumat dini hari.
IRW dipukul menggunakan tongkat oleh kelompok orang tak dikenal. Sejurus kemudian, pelaku menyabetkan sajam yang mengenai lengan kiri. Kala itu, IRW memakai baju dobel sehingga sabetan sajam hanya menggores lengan kirinya.
Saya yang kali pertama diserang menggunakan sajam. Pas kejadian kondisinya gelap, jadi saya tidak tahu persis jenis sajam yang dibawa pelaku. Kemungkinan pedang samurai,” kata dia.
Lantaran mendapat serangan, IRW lansung tancap gas memacu laju motor dengan kecepatan tinggi ke arah utara atau Gentan, Baki. Dia berupaya menyelamatkan diri dari serangan kelompok orang tak dikenal yang menggunakan sajam.
Tak berselang lama, IRW memutar arah untuk melihat kondisi anggota rombongan PSHT di lokasi kejadian. “Setiba di lokasi kejadian, anggota rombongan PSHT lainnya banyak yang luka. Dua unit motor milik anggota rombongan PSHT sudah dibakar oleh kelompok pelaku. Kelompok pelaku berjumlah empat orang yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor matic. Mereka kabur setelah membakar sepeda motor,” ujar dia.
[Admin/spbin]



