Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Oknum PNS Puskesmas Di Duga Lecehkan Pemuda Di Cianjur Walhi Jogjakarta Melaporkan Dugaan Kasus Pelanggaran Lingkungan 13 Industri Pariwisata Di Gunungkidul KemenHAM DKI Minta Masyarakat Tidak Terpengaruh Isu SARA Terkait Bentrok Di Menteng Dua Kubu Keraton Surakarta Bersaing Gelar Acara Sekaten Polisi Buru Sosok Pemesan Utama Di Balik Sindikat Penyebar Hoaks Bareskrim Polri Ungkap Perkembangan Kasus Narkoba Yang Menjerat Kasat Narkoba Polres Tangsel

Daerah

Kisah Pilu Seorang Wanita Paruh Baya Di Kudus Jawa Tengah Melawan Penyakit Ditengah Kemiskinan

badge-check

Suripah wanita paruh baya di Kudus yang hidup sendiri dalam keadaan sakit Perbesar

Suripah wanita paruh baya di Kudus yang hidup sendiri dalam keadaan sakit

Beritainternusa.com,Semarang – Nasib pilu dialami Suripah (50), warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di rumah yang sangat sederhana miliknya, perempuan berusia 50 tahun ini harus berjuang sendiri melawan sakit lupus yang ia derita selama tujuh tahun.

Kondisi yang dialami Suripah ini sangat ironis di tengah angka kemiskinan di Kota Kretek yang diklaim mengalami penurunan tiap tahunnya. Namun ternyata masih ditemukan warga yang kehidupannya sangat memprihatinkan, Suripah adalah fakta yang tak terbantahkan.

Hanya bergantung hidup dari berjualan jajanan cilok dan hidup seorang diri, Suripah tetap bersemangat demi harapan untuk sembuh di masa datang.

Menurut dokter yang pernah memeriksanya, Suripah menderita lupus atau penyakit yang disebabkan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel di dalam tubuhnya.

Berbagai upaya penyembuhan pernah dilakukan Suripah. Namun karena keterbatasan biaya, membuat Suripah pun pasrah. Penderitaan Suripah pun makin bertambah.

Sejak banjir menggenangi kampungnya 2 pekan lalu, Suripah tak punya penghasilan karena tak bisa berjualan cilok. Sebelum banjir melanda, penghasilan Suripah tak lebih dari Rp50 ribu sehari.

Suripah hidup sendiri setelah ditinggal mati suami dua tahun lalu. Anak satu-satunya Suripah tinggal di Surabaya bersama suaminya. Praktis sehari-hari, ia menanggung derita sendiri berteman dengan televisi mati.

Banjir membuat saya tidak bisa kemana-mana, saya tidak punya beras untuk makan,” ujar Suripah saat ditemui di rumahnya sederhana dan jauh dari kata layak, Selasa (5/2/2025).

Terlihat langkah kaki Suripah pun semakin berat, akibat menahan sakit nyeri yang menyerang tubuhnya. Penderitaan perempuan asal Desa Setrokalangan pun tak banyak yang tahu.

Tragisnya, penjual cilok ini mengaku pernah tidak bisa makan selama dua hari. Kondisi itu dialami Suripah saat banjir melanda kampungnya beberapa pekan lalu.

Keterbatasan gerak menahan rasa sakit, Suripah terpaksa berdiam diri di rumah. Karena desakan lapar yang melilit perutnya, ia harus meminjam beras kepada tetangganya.

Dengan sisa-sisa tenaga demi kesehatannya, Suripah masih harus menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Semarang. Pengobatan itu harus dilakukan, agar tubuhnya tidak membiru dan nyeri.

Kalau berobat naik bis dan kemudian ngojek di rumah sakit Semarang, sebab di Kudus belum ada obatnya,” ucap Suripah dengan nada lirih sambil mengusap air matanya.

Perempuan kelahiran Kendal ini pun didera rasa khawatir. Sebab jika banjir kembali menggenang, tentu membuat kesehatannya semakin terganggu. Sebab akibat diserang penyakit tersebut, memaksanya tidak boleh banyak bergerak dan terkena sinar matahari.

[Admin/lpbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Oknum PNS Puskesmas Di Duga Lecehkan Pemuda Di Cianjur

28 July 2026 - 14:59 WIB

Walhi Jogjakarta Melaporkan Dugaan Kasus Pelanggaran Lingkungan 13 Industri Pariwisata Di Gunungkidul

28 July 2026 - 09:36 WIB

Dua Kubu Keraton Surakarta Bersaing Gelar Acara Sekaten

28 July 2026 - 08:25 WIB

Tribun VIP Kejurnas Drift  Di GOR Satria Purwokerto Ambruk Saat Dipadati Penonton

27 July 2026 - 07:58 WIB

Gubernur Jabar Gelar Sayembara Bagi Warga Yang Berhasil Menangkap Pelaku Kejahatan Akan Mendapat Hadiah Hingga Rp 50 Juta

24 July 2026 - 07:22 WIB

Trending on Daerah