Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri LSAK Dorong KPK Ambil Alih Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara Jajaran Polsek Cengkareng Gelar Razia Di Sejumlah Titik Rawan Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK BEM SI Dukung Kortastipidkor Polri Dalam Mengusut Sejumlah Dugaan Tindak Pidana Korupsi Wagub Jabar: Ribuan ASN Jabar Terlibat Judi Online Dengan Transaksi Rp 10 Miliar

Peristiwa

NU Dan Muhammadiyah Bereaksi Keras Terakit Adanya Pesta Gay Di Jakarta Selatan

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Beritainternusa.com,Jakarta – Dua ormas Islam terbesar, Muhammadiyah dan NU bereaksi keras terkait adanya pesta gay yang berhasil digerebek polisi di salah satu hotel di Jakarta Selatan (Jaksel). Pesta gay tersebut diketahui dihadiri sebanyak 56 orang laki-laki.

Sikap dan pandangan serta tindakan mereka selain bertentangan dengan ajaran agama, juga akan membuat manusia bisa punah dari permukaan bumi ini,” kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Rabu (5/2/2025).

Buya Abbas mengandaikan, jika seluruh penduduk bumi menikah sesama jenis, dalam ratusan tahun ke depan, tidak ada lagi manusia yang hidup di muka bumi. Ia mengingatkan bahwa manusia dilahirkan berpasang-pasangan.

Karena sudah sunatullah-nya, tidak ada laki-laki kawin dengan laki-laki dan perempuan kawin dengan perempuan lalu bisa melahirkan anak,” tambahnya, dikutip dari DetikCom.

Pihak yang terlibat pesta gay, terang Abbas, harus dihukum. Ia menyerahkan apa pun hukumannya kepada aparat penegak hukum.

Di kesempatan yang sama, Abbas juga memuji kepolisian yang bisa membongkar pesta gay ini. Mereka (pelaku pesta gay) telah berbuat tidak senonoh dan berbuat sesuatu yang bersifat anti manusia dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi mengatakan pesta gay itu sangat menjijikkan.

Ini sangat memprihatinkan. Gay dilarang oleh semua agama dan UU di negara Indonesia, itu sungguh tidak pantas dan menjijikkan,” ujar Gus Fahrur.

Menurutnya, kasus pesta gay ini perlu menjadi perhatian dan peringatan seluruh pihak. Baik orang tua, guru, dan masyarakat. Perilaku gay tidak sehat dan berbahaya,” jelas Fahrur.

Ia menilai harus ada sanksi tegas terhadap pelaku gay, karena bertentangan dengan agama, Pancasila, dan budaya bangsa.

Pencegahan dan edukasi harus dilakukan, sejak usia dini diajarkan di sekolah. Bahaya seks bebas dan gay harus terus disosialisasikan,” sambungnya.

Diketahui, polisi dibantu manajemen dan keamanan hotel melakukan penggerebekan kamar nomor 2617 yang dijadikan ruangan untuk pesta seks pada Sabtu (1/2/2025) malam. Total ada 56 orang laki-laki yang diamankan pihak kepolisian.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tiga orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka. Para tersangka memiliki peran yang berbeda-beda, yakni pria RH alias R dan pria RE alias E, yang membiayai penyewaan hotel. Kemudian, ada pria BP alias D yang berperan merekrut para peserta pesta seks.

Polisi turut mengamankan alat kontrasepsi hingga obat anti-HIV di lokasi. Pesta gay itu dibongkar Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ada barang bukti pemesanan hotel, kemudian alat kontrasepsi kondom, kemudian ada obat anti-HIV, dan juga ada sabun mandi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Senin (3/2/2025).

[Admin/itbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri

10 July 2026 - 16:23 WIB

LSAK Dorong KPK Ambil Alih Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

10 July 2026 - 14:57 WIB

Jajaran Polsek Cengkareng Gelar Razia Di Sejumlah Titik Rawan

10 July 2026 - 07:31 WIB

BEM SI Dukung Kortastipidkor Polri Dalam Mengusut Sejumlah Dugaan Tindak Pidana Korupsi

10 July 2026 - 06:46 WIB

Wagub Jabar: Ribuan ASN Jabar Terlibat Judi Online Dengan Transaksi Rp 10 Miliar

10 July 2026 - 06:30 WIB

Trending on Peristiwa