Beritainternusa.com,Semarang – Kiai sepuh KH Mustofa Bisri alias Gus Mus prihatin karena suasana bangsa dan negara memanas menjelang Pilpres 2024. Gus Mus melihat yang dilakukan elite politik saat ini sudah mengarah pada kebencian, dengan saling menjelekkan satu sama lain hanya karena berbeda pilihan.
Ini suasana perpolitikan sudah terlalu kencang. Pilpres dan Pileg itu kan lima tahunan, hal rutin, sebaiknya disikapi biasa saja. Namanya pesta demokrasi, ya pestalah, tidak usah menjelekkan satu sama lain hanya karena berbeda pilihan,” kata Gus Mus usai tampil di acara Silaturahmi Budaya ‘Makin Mengindonesia Bareng Gus Mus’ di Semarang, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (13/1/2024).
Saya pilih si A, memuji si A. Anda pilih si B, karena saya benci B, maka saya akhirnya benci menjelekkan anda, ini yang menjadi masalah,” lanjutnya.
Gus Mus pun menyebut hanya karena politik saat ini banyak kalangan yang “error” baik itu tokoh agama hingga budayawan. Ia bahkan mengatakan bila dirinya juga nyaris akan ditarik ke politik praktis oleh seniman atau budayawan yang error.
Sampai saya akan ditarik-tarik. Mereka akan mundur sendiri karena diisin-isin wong (dipermalukan orang) karena orang pada tahu kalau saya tidak bisa ditarik-tarik, apalagi ditarik seniman. Seniman kan manusia juga to, jadi wajar kalau ada yang error, makanya bagaimana kita berupaya agar semua tidak error,” ungkap Gus Mus.
Seperti diketahui, Gus Mus dan keluarga sempat membantah rumor terlibat dalam kelompok atau pergerakan Majelis Permusyawaratan Rembang yang digagas jurnalis senior sekaligus budaya Goenawan Muhammad beberapa waktu lalu.
Sempat muncul flyer dan poster yang menggambarkan sosok Gus Mus ada di kelompok tersebut.
[Admin/itbin]





