Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Ahmad Khozinudin Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Roy Suryo  Dua Pria Di Bekasi Digelandang Ke Kantor Polisi Karena Ketahuan Mencuri Kabel Bernilai Ratusan Juta Polisi Berhasil Bekuk Pria Misterius Yang Melakukan Teror Penusukan Acak Di Tangerang Prabowo Singgung Pihak-Pihak Yang Jadi Provokator Presiden Prabowo Tidak Masalah Dengan Pihak Yang Merasa Masa Depan Indonesia Suram Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri

Daerah

Maraknya Travel Gelap Marak Di Jalur Sukabumi-Bogor Memicu Ketegangan

badge-check
Sopir angkot sweeping travel gelap
Para sopir angkot di Sukabumi sweeping travel gelap

Beritainternusa.com,Sukabumi – Ketegangan yang dipicu maraknya travel gelap atau angkutan ilegal di jalur Sukabumi-Bogor kembali terjadi. Hal ini menyusul aksi sweeping yang dilakukanoleh para sopir angkutan umum Colt L300 terhadap kendaraan plat hitam di kawasan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/3/2026) dini hari.

Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi Muhtadi Latip mengungkapkan, penertiban travel gelap menghadapi tantangan besar di lapangan karena sifat operasionalnya yang tidak resmi dan sembunyi-sembunyi.

Muhtadi menjelaskan, petugas seringkali kesulitan memetakan titik kumpul atau pool dari angkutan ilegal ini. Hal ini menyebabkan upaya penindakan sering kali bocor atau kehilangan jejak.

Justru namanya travel gelap, ya gelap. Kita tidak jelas di mana pool-nya atau tempat kumpulnya. Seringkali saat kami melakukan sweeping, mereka sudah tidak ada,” ujar Muhtadi saat memberikan keterangan, Minggu (15/3/2026).

Lebih lanjut, Dishub bersama Organda terus mengingatkan masyarakat bahwa menggunakan transportasi tidak berizin sangat merugikan. Selain standar harga yang tidak jelas, faktor keselamatan dan jaminan perlindungan menjadi taruhan utama.

Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan moda transportasi yang tidak berizin. Tanggung jawab pengusahanya tidak ada, asuransi tidak tersedia, dan standar harganya pun tidak jelas. Ini sangat merugikan penumpang jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Muhtadi.

Maraknya travel gelap di jalur utara Sukabumi ini biasanya dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan jumlah armada resmi, terutama saat menjelang hari besar. Namun, penegakan hukum di jalan raya tetap menjadi domain pihak Kepolisian.

Untuk penindakan di jalan itu ranahnya rekan-rekan Polri. Kami akan terus berkoordinasi agar situasi tetap kondusif dan masyarakat sadar untuk hanya menggunakan transportasi yang resmi dan terdaftar,” jelas Muhtadi.

Sebelumnya, aksi penyisiran (sweeping) yang dilakukan puluhan sopir angkutan umum Colt L300 jurusan Sukabumi-Bogor di kawasan Cibadak, Minggu (15/3/2026) dini hari, menyasar kendaraan yang diduga travel gelap.

Koordinator sopir, Rudi, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kekecewaan para pengemudi resmi yang kehilangan pendapatan akibat menjamurnya angkutan tanpa izin.

Ini inisiatif sendiri dari para sopir karena merasa dirugikan. Penumpang sudah tidak ada karena diambil travel gelap,” ujar Rudi di lokasi.

Rudi juga menyayangkan lambatnya respons dari pihak berwenang dalam menindak fenomena travel ilegal yang sudah berlangsung lama ini.

Sudah lama dampaknya, tapi tidak ada penindakan atau razia dari pemerintah. Makanya kami terpaksa bikin aksi begini,” tegasnya.

Aksi yang dijaga ketat oleh kepolisian ini dipastikan berjalan kondusif. Penumpang yang kendaraannya terjaring diminta pindah ke angkutan resmi untuk melanjutkan perjalanan ke terminal.

Bhabinkamtibmas Cibadak Aipda Emin Mukhromin, menjelaskan bahwa setidaknya ada 5 hingga 10 kendaraan yang dihentikan karena diduga kuat sebagai travel gelap.

Kendaraan yang disinyalir travel gelap dihentikan, lalu penumpang dengan sukarela turun dan diteruskan menggunakan L300 ke terminal,” jelas Emin.

Meski aksi berakhir damai tanpa tindakan anarkis, kepolisian meminta para sopir untuk lebih mengedepankan koordinasi di masa mendatang agar tidak terjadi gesekan di lapangan.

Kami imbau para sopir agar ke depan berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dishub, dan jangan melakukan tindakan anarkis,” pungkasnya.

[Admin/lpbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK

10 July 2026 - 07:01 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Pengedar Uang Palsu Di Klaten

9 July 2026 - 08:27 WIB

Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Miras Ilegal Di Pati

9 July 2026 - 06:41 WIB

Oknum Camat Di Boyolali Yang Kirim Video Mesum Ke Eks Karyawati Disanksi Teguran

8 July 2026 - 07:47 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Ungkap Temuan Adanya ASN Kecanduan Judi Online Dengan Transaksi Hingga Rp 800 Juta

8 July 2026 - 06:49 WIB

Trending on Daerah