Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri LSAK Dorong KPK Ambil Alih Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara Jajaran Polsek Cengkareng Gelar Razia Di Sejumlah Titik Rawan Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK BEM SI Dukung Kortastipidkor Polri Dalam Mengusut Sejumlah Dugaan Tindak Pidana Korupsi Wagub Jabar: Ribuan ASN Jabar Terlibat Judi Online Dengan Transaksi Rp 10 Miliar

Daerah

Beberapa Tokoh Hadiri Sidang Pembacaan Vonis Terhadap Dua Aktivis Di Pengadilan Negeri Pati

badge-check
Putri Gus Dur, Inayah Wahid, dan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, hadir di PN Pati untuk mendukung terdakwa Botok dan Teguh dalam persidangan pemblokiran jalan
Inayah Wahid putri ke empat Gus Dur hadiri sidang pembacaan vonis kedua aktivis di PN Pati

Beritainternusa.com,Semarang – Sidang pembacaan vonis terhadap aktivis Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto di Pengadilan Negeri Pati, Jawa Tengah pada Kamis (5/3/2026) dihadiri oleh sejumlah tokoh.

Beberapa di antaranya Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan Inayah Wahid putri bungsu Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Inayah mengatakan kedatangannya langsung ke PN Pati untuk memberikan dukungan dan solidaritas kepada kedua terdakwa Botok dan Teguh. Ia memberikan dukungan supaya masyarakat, khususnya di Pati, tetap bersuara kritis terhadap ketidakadilan.

Ya mendukung supaya rakyat tetap bisa bersuara, nggak dikit-dikit dikriminalisasi. Ini haknya mereka rakyat,” kata Inayah.

Inayah mengatakan masyarakat harus melihat perkara ini secara utuh. Mulai dari munculnya aksi demo 13 Agustus 2025 karena kenaikan pajak 250 persen hingga pengawalan paripurna pemakzulan Bupati Pati Sudewo pada 31 Oktober 2025 lalu. Kita harus melihat perkara ini secara utuh,” ujarnya.

Mereka menyaksikan langsung jalannya persidangan putusan di ruang Cakra PN Pati
Saya bersama dengan Ketua BEM lain, kita solidaritas karena penegakan hukum yang justru sebagai alat kekuasaan ketika membungkam rakyatnya,” kata Tiyo.

Menurutnya dakwaan yang dialami kedua terdakwa tidak masuk akal. Tiyo mengibaratkan sosok Botok dkk bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merupakan malaikat, sedangkan Sudewo–Bupati Pati yang kini jadi tersangka KPK– merupakan iblis.

Maka kami hadir kami menyadari ada hal yang tidak rasional dan tidak masuk akal, yaitu ketika kita sadar dunia itu antara iblis dan malaikat. Antara antagonis dan protagonis. Antara yang baik dan buruk dan tidak ada di dunia ini yang buruk melawan yang buruk. Mas Botok dan Mas Teguh dan teman AMPB melawan Pak Sudewo,” ungkap dia.

Pak Sudewo telah terbukti korupsi melalui OTT KPK, dari sini kita melihat bahwa dalam posisi dunia iblis dan malaikat, maka Pak Sudewo adalah iblisnya dan Pak Botok dan Teguh bersama AMPB adalah malaikatnya,” imbuhnya.

Menurutnya Botok dan Teguh layaknya sebagai pahlawan.
Maka semestinya bukan tersangka yang diterima oleh Teguh dan Botok tapi julukan pahlawan karena dia telah melawan kekuasaan yang dzolim kepada rakyat. Justru keduanya diancam dengan atas hukuman karena pasal menutupan jalan,” jelas Tiyo..

Kalau setiap menutup jalan harus dikriminalisasi, maka tidak hanya Mas Botok tapi yang menggelar pengajian juga ditangkap itu. Artinya pasal tidak bisa dikenakan secara serta merta karena seluruhnya terjadi bagian proses demokrasi,” kata Tiyo.

Oleh karena itu, Tiyo berharap agar kedua terdakwa dibebaskan. Harusnya bebas tanpa sedikit pun vonis bersalah,” jelas dia.

Teguh dan Botok adalah terdakwa kasus pemblokiran Jalan Pantura Pati-Rembang saat demonstrasi mengawal sidang paripurna pemakzulan Bupati Pati Sudewo, 31 Oktober lalu.

Dalam sidang tuntutan di PN Pati 20 Februari, Botok dan Teguh dituntut jaksa penuntut umum (JPU) masing-masing 10 bulan penjara.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati menyiagakan sebanyak 1.349 personel gabungan untuk mengamankan jalannya sidang Botok dan Teguh.

Seribuan personel tersebut tidak hanya berasal dari jajaran Polresta Pati, tetapi juga didukung personel dari wilayah eks Keresidenan Pati untuk mengamankan jalannya persidangan hari ini (5/3/2026),” kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi di Pati.

[Admin/cnbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK

10 July 2026 - 07:01 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Pengedar Uang Palsu Di Klaten

9 July 2026 - 08:27 WIB

Polisi Berhasil Gagalkan Peredaran Miras Ilegal Di Pati

9 July 2026 - 06:41 WIB

Oknum Camat Di Boyolali Yang Kirim Video Mesum Ke Eks Karyawati Disanksi Teguran

8 July 2026 - 07:47 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Ungkap Temuan Adanya ASN Kecanduan Judi Online Dengan Transaksi Hingga Rp 800 Juta

8 July 2026 - 06:49 WIB

Trending on Daerah