Beritainternusa.com,WonogiriJajaran Polres Wonogiri, Jawa Tengah memastikan penyebab kematian DRP, 11, siswa SD di Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu (14/2/2026), karena menjadi korban penganiayaan. Polisi telah menetapkan satu pelaku dalam kasus itu. 

Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sedewo mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan dipastikan DRP meninggal karena kekerasan fisik. Polisi menetapkan satu anak sebagai pelaku penganiayaan itu, yakni R, 11, yang merupakan teman sekelas korban.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/2/2026). R dan DRP sempat terlibat saling ejek soal nama orang tua dan dijodoh-jodohkan saat jam istirahat. Keduanya kemudian  berkelahi.

R menjegal DRP hingga terjatuh. DRD lalu diduduki dan dicekik. Sambil dicekik, R mendorong kepala korban hingga membentur lantai di ruang kelas. Dalam penganiayaan itu, korban sebenarnya sempat melawan. Tiga teman sekelas mereka yang melihat perkelahian itu juga sempat melerai. 

Setelah kejadian tersebut, DRP muntah sebanyak tiga kali. Dua kali di tempat wudu dan sekali di kamar mandi. Korban juga mengeluhkan pusing kepada temannya.

Kondisi korban kemudian memburuk. Mengetahui hal itu, pihak sekolah membawa korban ke klinik. Namun, korban meninggal dunia di dalam perjalanan menuju klinik.

Agung menduga kekerasan yang dialami korban itu yang membuatnya meninggal dunia. Adapun R telah mengakui perbuatannya menganiaya DRP. Bisa dipastikan korban meninggal karena penganiayaan,” kata Agung saat dihubungi awak media, Rabu (18/2/2026).

Dia menambahkan polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut setelah sebelumnya melakukan ekshumasi jasad korban di permakaman setempat. Penyelidikan dilakukan salah satunya dengan meminta keterangan kepada pihak sekolah karena tidak melaporkan segera kejadian itu kepada polisi. 

Bahkan cenderung menutupi dengan memberi informasi kepada keluarga bahwa DRP mengalami masuk angin sebelum dinyatakan meninggal dunia. Polisi telah meminta keterangan kepada 15 orang yang merupakan para teman korban, pihak sekolah, dan yayasan.

Sementara itu, ketua yayasan tersebut saat dimintai konfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp belum merespons hingga Rabu malam.

[Admin/spbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here