Gelar Dialog Terbuka, Bupati Gunungkidul Ajak Media Jadi Mitra Strategis
Bupati Gunungkidul gelar acara jumpa pers

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, gelar acara jumpa pers bersama para jurnalis dengan tema “Media sebagai Mitra Strategis Pembangunan Daerah” di Wonosari, Senin  (3/11/2025).

Hadir dalam acara tersebut, sejumlah pemimpin redaksi media lokal DIY, diantaranya Pemimpin Redaksi Tribun Jogja Ribut Raharjo, Pemimpin Redaksi Harian Jogja Anton Wahyu Prihartono, perwakilan Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat Jogja Widyo Suprayogi.

Dalam acara tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa media merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Endah menilai kerja sama yang baik dengan media dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, sekaligus membantu masyarakat memahami arah kebijakan daerah.

Media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah butuh dukungan media untuk menyampaikan program dan juga menerima masukan dari masyarakat,” ujar Endah.

Dalam diskusi tersebut, Bupati juga membuka dialog terbuka terkait pandangan media terhadap kinerja dan gaya kepemimpinannya selama menjadi bupati Gunungkidul.

Endah pun menyambutnya dengan terbuka dan menilai kritik serta masukan dari media merupakan bagian penting dari proses demokrasi.

Saya berterima kasih atas kritik dan evaluasi yang disampaikan. Saya sadar, kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari seberapa besar kita mau mendengarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tribun Jogja, Ribut Raharjo, turut menyampaikan pandangannya terhadap gaya kepemimpinan Bupati Gunungkidul.

Menurutnya, Bupati Endah dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang tegas dan berani mengambil keputusan, terutama dalam hal yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Bu Endah termasuk kepala daerah yang tegas dalam bersikap dan jelas dalam menentukan arah kebijakan. Ketegasan itu penting agar birokrasi bisa berjalan efektif dan fokus pada hasil,” ujarnya. 

Namun di satu sisi,  dia menambahkan, media menghargai ketegasan tersebut selama tetap diimbangi dengan komunikasi yang terbuka terhadap publik dan media.

Dengan komunikasi yang baik, pesan kebijakan dapat tersampaikan secara utuh. Media tentu siap menjadi mitra yang mengawal pembangunan agar sejalan dengan kepentingan publik,” pungkasnya.

[Supri/bindiy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here