
Beritainternusa.com,Semarang –.Kecerdasan buatan atau AI kembali menjadi alat penipuan ditangan orang yang tidak bertanggungjawab.
Seperti yang terjadi di Batang Jawa Tengah, seorang wanita harus menanggung kerugian jutaan rupiah setelah terjebak hubungan asmara dengan pria yang mengaku anggota polisi yang bertugas di Polrestabes Bandung.
Modus pelaku terbilang sangat meyakinkan, yakni menggunakan identitas palsu dan manipulasi digital untuk memperdaya korban.
Perkenalan keduanya bermula dari media sosial. Pelaku dengan gaya bicara sopan dan profil yang tampak profesional berhasil membuat korban percaya bahwa ia benar seorang anggota polisi.
Hubungan keduanya terbilang sangat intens, hingga akhirnya si polisi gadungan tersebut mengajak korban bertemu langsung di Batang pada Jumat, 17 Oktober 2025. Namun rencana pertemuan itu menjadi awal dari aksi penipuan.
Di tengah perjalanan, pelaku mengaku mobilnya mogok di kawasan Pekalongan. Ia lalu meminta korban mentransfer sejumlah uang ke rekening bengkel panggilan dengan alasan tidak bisa mengakses m-banking.
Karena sudah terlanjur percaya dan merasa memiliki kedekatan emosional, korban pun menuruti permintaan tersebut tanpa curiga.
Setelah uang dikirim, pelaku terus memberikan berbagai alasan untuk menunda pertemuan. Ia berdalih masih terjebak di jalan tol, kendaraan belum selesai diperbaiki, hingga akhirnya sulit dihubungi.
Korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan ketika seluruh uangnya habis ditransfer dan komunikasi dengan pelaku terputus.
Dari hasil penelusuran, identitas yang digunakan pelaku ternyata sepenuhnya palsu. Ia memakai foto KTP hasil editan dan gambar wajah buatan AI yang tampak sangat meyakinkan.
Modus ini merupakan bagian dari praktik love scam, kejahatan siber yang memanfaatkan hubungan asmara daring untuk menipu korban.
Dalam kasus semacam ini, pelaku biasanya berperan sebagai sosok ideal yang penuh perhatian, hingga akhirnya meminta uang dengan alasan darurat atau mendesak.
Korban mengaku sangat terpukul karena merasa benar-benar memiliki ikatan emosional dengan pelaku.
Ia tidak menyangka hubungan yang terasa tulus ternyata hanya jebakan. Rasa takut semakin besar setelah pelaku sempat mengirimkan ancaman dan menunjukkan perilaku manipulatif.
Meski begitu, korban berharap kisahnya bisa menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak mudah percaya kepada seseorang yang baru dikenal di dunia maya.
[Admin/tbbin]








