Beritainternusa.com,Gunungkidul – Warga Kabupaten Gunungkidul, terutama konsumen beras premium, mengaku khawatir dengan adanya isu temuan beras premium yang dioplos oleh oknum produsen.
Salah satunya diungkapkan Sutinah (52), warga Kapanewon Wonosari, yang mengatakan selama ini dirinya selalu mengonsumsi beras premium, karena lebih enak, harum, putih dan pulen. Namun, belakangan dirinya resah sebab beredarnya beras oplosan, terutama beras premium.
Pastinya resah dan kaget juga, kemarin pas nonton berita itu ada merek-merek beras oplosan. Jadi, kan bertanya-tanya juga apa ini beras yang saya makan selama ini atau tidak,” ucapnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/7/2025).
Ia mengaku belum merasakan perubahan dari beras premium yang dia konsumsi. Akan tetapi, dirinya mengaku khawatir dengan kualitas beras yang didapatkannya.
Memang belum merasa ada yang berubah, tapi kan namanya sesuatu yang dioplos merugikan konsumen ya, kualitasnya ada perbedaan. Beli beras mahal kan tujuannya biar gizi untuk anak dan keluarga tercukupi juga, kalau dioplos pasti kualitas tadi menurun juga,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Alisa (26), dirinya mengaku kecewa dengan beredarnya beras oplosan di masyarakat.
Pastinya kecewa ya dengar beritanya, apalagi yang dioplos itu makanan pokok kita ya, kok tega gitu ya,” terangnya. Dia melanjutkan apalagi beras yang dioplos mayoritas beras premium.
Padahal, dirinya sengaja mengonsumsi beras premium yang lebih mahal agar mendapatkan kualitas yang baik.
Ya, kita pilih yang mahal karena ada kualitas, tapi kalau sudah dioplos begini yang rugi siapa ya masyarakat. Kalau bisa secepatnya ditindaklanjuti lah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul mengaku belum menemukan adanya indikasi beras oplosan di wilayah.
Meskipun begitu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk melakukan sidak ke pasar dan distributor beras di Kabupaten Gunungkidul.
Segera kami akan melakukan inspeksi ke distributor dan sejumlah pasar tradisional. Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas Pangan terkait hal ini,” pungkasnya.
[Admin/tbbin]
