Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Aliansi Jurnalis Indonesia Menyayangkan Pernyataan Prabowo Yang Menyebut Jurnalis  ‘Londo Ireng’! PPATK Ungkap Modus Baru Transaksi Kejahatan Judi Online Presiden Prabowo Singgung Londo Ireng ‘Nyamar’ Jadi Pengamat, Wartawan Dan LSM Gubernur Jabar Gelar Sayembara Bagi Warga Yang Berhasil Menangkap Pelaku Kejahatan Akan Mendapat Hadiah Hingga Rp 50 Juta Hotman Paris Umumkan Mundur Sebagai Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Polres Cilegon Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai Rp 7,5 Di Pelabuhan Merak

News

Fraksi PKS DPR RI Usulkan Bentuk Pansus Usut Tuntas Kasus Pagar Lau

badge-check

TNI AL bongkar pagar laut Tangerang Perbesar

TNI AL bongkar pagar laut Tangerang

Beritainternusa.com,Jakarta – Fraksi PKS DPR RI mengusulkan dibentuknya panitia khusus (Pansus) untuk mengusut tuntas kasus pagar laut di perairan wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Fraksi PKS mengusulkan untuk meminta pimpinan DPR membentuk Pansus terkait dengan kasus pemagaran laut untuk mendukung upaya tata kelola laut yang lebih bertanggung jawab,” kata anggota Fraksi PKS Riyono saat mengajukan interupsi dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang kedua 2024-2025, Selasa (21/1/2025).

Menurutnya, kasus pemagaran laut di wilayah Tangerang ini mencerminkan masih lemahnya pengelolaan wilayah laut di Indonesia. Pemagaran laut tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga merugikan nelayan yang menggantungkan hidupnya pada akses ke laut.

Kasus pemagaran ini sejatinya adalah gambaran nyata masih belum maksimalnya pengelolaan wilayah laut kita. Oleh karena itu, kami memperhatikan prinsip pemanfaatan ruang laut di Indonesia,” jelas Riyono, dikutip dari Kompas.

Di hadapan pimpinan DPR, Riyono mengingatkan bahwa tindakan pemagaran laut tanpa izin bertentangan dengan prinsip konstitusi Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 yang menyatakan sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan rakyat.

Riyono juga mengingatkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 3/PUU-VIII/2010 yang membatalkan konsep hak pengusahaan perairan pesisir (HP-3) karena bertentangan dengan asas keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan prinsip yang dikemukakan, pemagaran laut yang terjadi saat ini secara nyata dilakukan tanpa memperhatikan institusi negara, menghambat akses teman-teman nelayan, dan menciptakan ketimpangan pemanfaatan sumber daya laut,” tutur Riyono.

Dalam kesempatan itu, ia yang mewakili Fraksi PKS mendesak pemerintah melindungi hak-hak masyarakat pesisir, khususnya nelayan untuk bisa melaut tanpa ada hambatan apapun.

Riyono juga meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah preseden buruk dalam pengelolaan sumber daya laut.

Kami mengapresiasi atas perintah presiden untuk kemudian menangani dan melihat kasus pagar laut ini secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk kepentingan masyarakat pesisir dan keberlanjutan sumber daya laut nasional,” ungkapnya.

Masyarakat akhir-akhir ini dihebohkan dengan pagar sepanjang 30,16 kilometer yang terbentang di perairan Tangerang. Pagar ini menuai perhatian karena tidak ada yang mengetahui siapa pemasangnya.

[Admin/itbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri

10 July 2026 - 16:23 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuhan Pedagang Barang Antik Di Pati

25 June 2026 - 07:13 WIB

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Peredaran Uang Palsu Di Bogor Jawa Barat

1 April 2026 - 16:00 WIB

Polisi Buru Bandar Narkoba Yang Jadi Pemasok Dalam Kasus Eks Kapolres Bima Kota

16 February 2026 - 07:28 WIB

Pendidikan Tinggi : Antara Hak Sosial atau Benteng Eksklusif?

24 November 2025 - 08:20 WIB

Trending on News