Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Mahfud MD Angkat Bicara Soal Pengalihan Kasus Febrie Ke Kejagung Ahmad Khozinudin Tak Lagi Jadi Kuasa Hukum Roy Suryo  Dua Pria Di Bekasi Digelandang Ke Kantor Polisi Karena Ketahuan Mencuri Kabel Bernilai Ratusan Juta Polisi Berhasil Bekuk Pria Misterius Yang Melakukan Teror Penusukan Acak Di Tangerang Prabowo Singgung Pihak-Pihak Yang Jadi Provokator Presiden Prabowo Tidak Masalah Dengan Pihak Yang Merasa Masa Depan Indonesia Suram

News

Warga Dari Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari Gunungkidul Tolak Aktivitas Di Kawasan Pantai Sanglen

badge-check

Puluhan warga Kalurahan Kemadang berkumpul di Pantai Sanglen Perbesar

Puluhan warga Kalurahan Kemadang berkumpul di Pantai Sanglen

Beritainternusa.com,Gunungkidul – Puluhan warga dari Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul mendatangi kawasan Pantai Sanglen pada Sabtu (21/12/24) siang. Kedatangan puluhan warga dari Kalurahan Kemadang tersebut bertujuan menolak segala bentuk aktivitas pembangunan yang berlangsung di kawasan Pantai Sanglen.

Pantai Sanglen sebelumnya telah ditutup oleh pihak Keraton beberapa bulan lalu, menyusul rencana pembangunan kawasan wisata Obelix. Namun, sekelompok orang yang menamakan diri “Sanglen Berdaulat” memulai pembangunan lapak di area itu, sehingga memicu protes dari warga Kemadang.

Pamong Kalurahan Kemadang, Suminto, menjelaskan bahwa pada 2022, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sanglen secara resmi telah menandatangani MoU untuk pengembangan destinasi wisata. Berdasarkan kesepakatan tersebut, warga menerima kompensasi dengan syarat Pantai Sanglen harus steril dari segala aktivitas.

Kalau ada yang mengaku dari paguyuban warga Sanglen, itu perlu dipertanyakan, karena negara ini negara hukum,” tegas Suminto.

Ia menambahkan bahwa meskipun proses perizinan pembangunan kawasan masih berlangsung dan sedang ada di meja Gubernur, kelompok Sanglen Berdaulat tiba-tiba membangun lapak di pantai. Hal ini mendorong warga Kemadang menuntut penghentian aktivitas tersebut.

Menurut Suminto, pembangunan kawasan wisata di Pantai Sanglen akan dimulai pada 2025 jika proses perizinan selesai. Namun, kelompok Sanglen Berdaulat tetap bertahan dan mengklaim memiliki hak atas kawasan tersebut. Mereka menilai pengosongan pantai hanya dilakukan untuk memperlancar pembangunan Obelix.

Menanggapi konflik tersebut, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini, turun ke lokasi untuk menengahi. Ia meminta aktivitas pembangunan lapak dihentikan sementara waktu. “Kami minta untuk dihentikan seluruh aktivitas sementara,” ujar AKBP Ary Murtini.

Setelah arahan diberikan, pihak Sanglen Berdaulat sepakat menghentikan pembangunan hingga musyawarah yang difasilitasi Polres Gunungkidul dilakukan. Dengan kesepakatan ini, diharapkan solusi terbaik dapat ditemukan untuk menyelesaikan konflik di Pantai Sanglen.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyatakan telah mengetahui kejadian tersebut meski informasi yang diterimanya masih minim. Ia menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan rekomendasi pemanfaatan lahan untuk dilanjutkan ke proses perizinan Keraton Yogyakarta.

“Sudah kita beri rekomendasinya untuk dilanjutkan ke proses perizinan,” jelasnya.

Sunaryanta juga mengingatkan bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki kawasan yang sebagian besar atau sekitar 60% merupakan Kawasan Bentang Alam Karst Gunung Sewu yang ditetapkan oleh UNESCO. Oleh karena itu, pengembang harus memenuhi aturan yang berlaku.

Terdapat tiga klaster yang diperbolehkan, yaitu pendidikan, ekonomi, dan konservasi. Selain itu, tidak diperbolehkan,” kata Sunaryanta.

Menurutnya, penutupan Pantai Sanglen telah melalui kesepakatan antara pihak Keraton Yogyakarta, Kalurahan Kemadang, dan Pokdarwis Pantai Sanglen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pembangunan liar yang telah terjadi selama bertahun-tahun di kawasan tersebut.

Kami masih menunggu regulasi atau keputusan dari Keraton Yogyakarta. Jika izin sudah keluar, pembangunan akan tetap dilanjutkan,” pungkasnya.

[Admin/lpbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Presiden Prabowo Minta TNI-Polisi Dan Jaksa Introspeksi Diri

10 July 2026 - 16:23 WIB

Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuhan Pedagang Barang Antik Di Pati

25 June 2026 - 07:13 WIB

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Peredaran Uang Palsu Di Bogor Jawa Barat

1 April 2026 - 16:00 WIB

Polisi Buru Bandar Narkoba Yang Jadi Pemasok Dalam Kasus Eks Kapolres Bima Kota

16 February 2026 - 07:28 WIB

Pendidikan Tinggi : Antara Hak Sosial atau Benteng Eksklusif?

24 November 2025 - 08:20 WIB

Trending on News