Menu

Dark Mode
📍 Alamat Redaksi: Jl. Kresek Raya No.88 C RT.09 RW.015 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Tlp/Fax: (021) 5503670 | Email: beritainternusa@gmail.com
Hati-Hati ! BPOM Temukan 14 Kosmetik Yang Mengandung Bahan Berbahaya WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-Ugalan Di Pulau Jawa Dari Reklamasi Jakarta Hingga 20 PSN Jatim WALHI Soroti Meningkatnya Pembangunan Destinasi Wisata Di Gunungkidul Yang Mengubah Fungsi Tata Ruang KPK Sita Sejumlah Uang Dan Emas Saat Penggeledahan Rumah Dan Kantor Bupati Sukoharjo Akibat Depresi Ibu Muda Dua Anak Di Tuban Jawa Timur Harus Dirantai Puluhan Massa Dari Aliansi MBG Watch Gelar Aksi Di Depan Gedung Kejaksaan Agung

Daerah

WALHI Soroti Meningkatnya Pembangunan Destinasi Wisata Di Gunungkidul Yang Mengubah Fungsi Tata Ruang

badge-check
JUMPA PERS: Krisis sosial-ekologis dan tuntutan WALHI region Jawa di kantor WALHI Jogja. Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Jumpa pers di kantor WALHI Jogja

Beritainternusa.com,JogjaWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jogja menyoroti perubahan konsep arah pembangunan DIY, khususnya di Gunungkidul yang dipandang mulai menjauh dari prinsip perlindungan lingkungan dan keberlanjutan masyarakat.

Seiring meningkatnya pembangunan destinasi wisata mengubah fungsi tata ruang yang semula berpihak pada warga menjadi lebih mengakomodasi kepentingan investasi.

Direktur Eksekutif WALHI Jogja Gandar Mahojwala mengatakan, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap ruang hidup masyarakat. Kawasan karst yang sebelumnya menjadi penyangga ekologis kini mengalami tekanan akibat pembangunan destinasi wisata ekstraktif berskala besar.

Pariwisata yang dulu berbasis masyarakat kini bergeser menjadi pariwisata ekstraktif yang mengubah bentang alam karst,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, perubahan pola pembangunan tersebut juga mengurangi akses masyarakat terhadap kawasan pantai yang selama ini menjadi sumber pendapatan alternatif selain sektor pertanian.

Sebelum berkembangnya investasi besar, masyarakat Gunungkidul masih leluasa mengelola kawasan pantai untuk usaha kecil maupun aktivitas wisata berbasis komunitas. 

Kini, sebagian ruang ekonomi masyarakat semakin menyempit. Kondisi tersebut dinilai semakin berat karena sektor pertanian juga tengah menghadapi ancaman serangan monyet ekor panjang yang menyebabkan banyak lahan tidak lagi produktif. Akibatnya masyarakat kehilangan dua sumber ekonomi sekaligus.

Pada 2000-an awal masyarakat bisa bertani, ketika hasil pertanian menurun mereka masih memiliki alternatif penghasilan dari kawasan pantai. Sekarang akses itu juga semakin terbatas akibat meningkatnya pembangunan destinasi pariwisata,” katanya.

Persoalan tersebut dinilai berpotensi semakin kompleks memasuki musim kemarau panjang. Berdasarkan prediksi iklim, wilayah Gunungkidul kembali menghadapi ancaman kekeringan akibat pengaruh El Nino.

Menurutnya, selama ini tambahan pendapatan dari sektor wisata rakyat menjadi salah satu cara masyarakat membeli air bersih saat musim kemarau. Ketika akses ekonomi tersebut hilang, kemampuan warga memenuhi kebutuhan dasar ikut terancam.

Gunungkidul setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan. Ketika masyarakat dipisahkan dari ruang ekonominya, mereka juga kehilangan kemampuan membeli air. Ini yang kami nilai belum menjadi perhatian serius dalam kebijakan tata ruang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif WALHI Jawa Tengah Fahmi Bastian menyampaikan, persoalan serupa juga terjadi di provinsi tetangga. Perubahan tata ruang untuk kepentingan kawasan industri telah meningkatkan kerentanan bencana di berbagai wilayah.

Sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Tengah kini masuk kategori rawan bencana, terutama banjir di kawasan pesisir utara. Kondisi tersebut dipicu alih fungsi ruang, ekspansi industri, hingga meningkatnya aktivitas pertambangan.

Tercatat sekitar 11.700 hektare tutupan hutan telah hilang di Jawa Tengah. Selain itu sudah ada sekitar 1.400 hektare kawasan pertambangan berizin, belum termasuk yang ilegal. Salah urus tata ruang membuat 13 kabupaten menjadi sangat rentan terhadap bencana,” imbuhnya.

[Admin/rjbin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

KPK Sita Sejumlah Uang Dan Emas Saat Penggeledahan Rumah Dan Kantor Bupati Sukoharjo

16 July 2026 - 07:10 WIB

Akibat Depresi Ibu Muda Dua Anak Di Tuban Jawa Timur Harus Dirantai

16 July 2026 - 06:52 WIB

Polres Blora Gerebek Tempat Pengoplosan LPG

15 July 2026 - 07:12 WIB

Puluhan ASN UPTD Sukabumi Diduga Terlibat Permainan Judi Online

15 July 2026 - 06:57 WIB

Bupati Sukoharjo Jawa Tengah Etik Suryani Ditangkap KPK

10 July 2026 - 07:01 WIB

Trending on Daerah