Ilustrasi penerima Bansos (Istimewa)
Ilustrasi

Beritainternusa.com,Tangerang – Kementerian Sosial mencoret nama 39 warga Kabupaten Tangerang dari daftar penerima bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) setelah terbukti main judi online.

Dari puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) ini merupakan hasil eliminasi atas laporan resmi dari Kemensos. Saat ini ke 39 KPM tersebut di non-aktifkan bansosnya,” ujar Kepala Bidang Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Endang Ramdhani, Senin (6/10/2025).

Dia juga menjelaskan, upaya pemblokiran ke 39 KPM itu merupakan hasil temuan pengawasan terhadap rekening bank dan transaksi dompet digital oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Laporan dan Analisis Transaksi (PPATK).

Kemudian, dari hasil laporan Kemensos dan PPATK tersebut, Dinas Sosial langsung melakukan verifikasi terhadap 39 KPM yang diblokir dari penerimaan bansos. Pada saat itu, pengawasan bukan hanya kepada rekening penerima, melainkan juga rekening milik anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).

Dari hasil verifikasi ditemukan NIK yang terpakai untuk judol dan ada juga yang benar digunakan untuk judol​​​​​​​​​​​. NIK salah satu anggota keluarganya yang tercantum dalam KK,” tuturnya.

Meski sudah dicoret, ternyata para KPM yang diblokir tersebut dapat masuk kembali dalam daftar penerima bansos kembali, melalui proses reaktivasi yang dilakukan oleh pendamping PKH dari Dinas Sosial.

Saat ini yang sedang dilakukan proses reaktifasi 5 KPM untuk dipulihkan kembali bansosnya,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar warga penerima manfaat bansos PKH di Kabupaten Tangerang dapat menggunakan uang bansos tersebut secara bijak.

Dinsos mengimbau kepada KPM agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya secara benar dan bermanfaat dan tidak menggunakan bantuan untuk kegiatan konsumtif atau melanggar hukum seperti halnya judol,” ujarnya.

[Admin/lpbin]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here