
Beritainternusa.com,Pacitan – Suasana SDN 2 Temon, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur mendadak sepi. Tak terdengar suara anak-anak yang sedang belajar. Hanya guru yang terlihat di sekolah, sementara para siswa memilih belajar dari rumah.
Langkah tersebut diambil usai kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Temon pada Sabtu, (20/9/2025) malam. Salah satu korban adalah siswa SDN 2 Temon yang bernama Arga Novalleky Saputra (11).
Anak-anak memilih belajar dari rumah masing-masing sampai kondisi benar-benar aman. Banyak siswa yang rumahnya jauh dan harus melewati hutan saat berangkat ke sekolah,” kata Sumaryati, guru SDN 2 Temon, Senin (22/9/2025).
Camat Arjosari Didik Darmawan menyebut desaTemon sempat bergejolak setelah kejadian pembunuhan tersebut.
Bahkan, pelaku sempat mengancam warga lain. Kami minta masyarakat tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujar Didik.
Selain SDN 2 Temon, beberapa sekolah di sekitar lokasi juga memberlakukan kebijakan serupa. Aktivitas belajar tatap muka diperkirakan kembali normal setelah situasi dinyatakan aman.
[Admin/rmbin]


