Beritainternusa.com,Tangerang – Belum kelar masalah misteri pagar laut kini masyarakat pesisir pantai utara Tangerang dibuat heboh dengan kemunculan papan plang peringatan tsunami. Papan itu mendadak muncul dipasang di sejumlah titik di wilayah Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Kemunculan papan-papan informasi tersebut, diduga merupakan bentuk intimidasi dan pengancaman aparat terhadap masyarakat nelayan. Sehingga pendirian papan plang tersebut juga langsung dibongkar warga.
Lagi-lagi kami masyarakat nelayan ditakut-takuti dengan adanya plang peringatan tsunami yang dipasang aparat desa. Itu dipasang Selasa (21/1/2025) langsung dibongkar sama warga,” ungkap MS warga kampung Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.
Menurut MS, pemasangan tersebut merupakan upaya oknum desa dalam menimbulkan kecemasan dan ketakutan di masyarakat.
Terlebih, informasi ancaman tsunami juga tidak pernah disosialisasikan oleh lembaga resmi terhadap masyarakat Tanjung Pasir.
Dari dulu kita hidup tenang, pagar laut kami sudah mulai bongkar. Tiba-tiba ada saja yang mengusik dengan pemasangan bertuliskan potensi tsunami. Toh kalau ada bahaya tsunami, BMKG juga kasih peringatan ke masyarakat, laut kita tenang-tenang saja dibilang ada potensi tsunami,” ujar AL warga lainnya.
Dia menyebutkan, pemasangan papan potensi tsunami dilakukan oleh beberapa pegawai desa. Papan tersebut dipasang di beberapa titik dekat area menuju pantai. Namun saat disambangi papan informasi bertuliskan potensi tsunami itu sudah hilang. “Sudah langsung dibongkar warga,” ujar HW, warga lain.
Dari foto yang diterima awak media dari warga Tanjung Pasir papan informasi itu dipasang menggunakan tiang besi setinggi kurang lebih 2 meter.
Dengan bingkai sekira diameter 30 cm yang didalamnya terdapat gambar ombak warna hitam dengan latar belakang bewarna kuning dan bertuliskan ‘potensi tsunami’.
Sementara Kepala Desa Tanjung Pasir, Arun belum merespon pesan dan panggilan telpon dari awak media. Disambangi ke Balai Desa Tanjung Pasir, sang kepala desa sedang tidak berada di kantor. “Enggak ada, pergi,” ujar beberapa staf desa saat dikonfirmasi.
[Admin/lpbin]

